Trump Keluarkan Ancaman Ekonomi: Berbisnis dengan Iran Bisa Kena Tarif 25 Persen AS
Negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif 25 persen untuk setiap bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat.
SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman ekonomi keras di panggung global.
Trump menegaskan bahwa negara mana pun yang tetap menjalin hubungan bisnis dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen untuk seluruh transaksi dagang dengan Amerika Serikat.
Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Senin (12/1/2026). Dalam unggahan itu, Trump menegaskan kebijakan tersebut berlaku tanpa pengecualian.
“Mulai sekarang, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif 25 persen untuk semua bisnis yang mereka lakukan dengan Amerika Serikat,” tulis Trump.
Sejumlah negara besar disebut masih memiliki hubungan ekonomi dengan Teheran. China, Brasil, Turki, dan Rusia termasuk di antara negara-negara yang selama ini tercatat melakukan aktivitas perdagangan dengan Iran.
Namun, Gedung Putih tidak segera memberikan rincian lebih lanjut mengenai tarif baru tersebut.
Baca juga: 35 Ucapan Selamat Isra Miraj pada 16 Januari 2026, Ada Bahasa Indonesia & Inggris, Jadi Status WA
Iran Nyatakan Komunikasi Terbuka dengan AS
Donald Trump mengaku mempertimbangkan tanggapan terhadap penindakan keras yang brutal terhadap protes yang telah menimbulkan salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan ulama sejak Revolusi Islam 1979.
Diberitakan Al Arabiya, Iran telah melewati gelombang protes sebelumnya dengan penindakan keras seperti penindasan berdarah saat ini.
Tetapi kali ini kepemimpinan menghadapi demonstrasi nasional yang berkembang dari keluhan tentang kesulitan ekonomi yang parah menjadi seruan menantang untuk jatuhnya rezim ulama, dan dengan pengaruh regionalnya yang jauh berkurang.
“Saluran komunikasi antara Menteri Luar Negeri kami Abbas Araghchi dan utusan khusus AS (Steve Witkoff) terbuka dan pesan dipertukarkan kapan pun diperlukan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei, Senin.
Ia juga mengatakan bahwa kontak tetap terbuka melalui perantara tradisional Swiss.
“Mereka (AS) menyentuh beberapa kasus, ide-ide dikemukakan dan secara umum. Republik Islam adalah negara yang tidak pernah meninggalkan meja perundingan," katanya.
Namun ia menambahkan bahwa “pesan-pesan yang kontradiktif” dari AS menunjukkan kurangnya keseriusan dan tidak meyakinkan.
Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Pecah Rekor Baru Lagi, Segini Dijual Harga Emas 13 Januari 2026
Lebih dari 500 Orang Tewas
Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA, mengatakan telah memverifikasi kematian 490 demonstran dan 48 personel keamanan, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap sejak protes dimulai pada 28 Desember 2025.
Iran belum memberikan angka resmi dan Reuters tidak dapat memverifikasi jumlah tersebut secara independen.
| AS Tegaskan Siap Serang Iran Lagi di Tengah Ketegangan Selat Hormuz, Tinggal Tunggu Perintah |
|
|---|
| Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Eropa Jika Dikendalikan AS |
|
|---|
| VIDEO - Perusahaan Kilangnya Disanksi AS, China Pilih Tetap Berbisnis dengan Iran |
|
|---|
| VIDEO - Iran Serang UEA, Trump Murka: Akan Kami Lenyapkan dari Muka Bumi |
|
|---|
| VIDEO Dua Rudal Peringatan Iran Buat Kapal Perang AS Mundur dari Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Daftar-proyek-Donald-Trump-di-Indonesia.jpg)