Senin, 1 Juni 2026

Info Cuaca

BMKG Rilis Daftar Wilayah Waspada Cuaca Buruk Dampak Bibit Siklon Tropis 91W

Bibit siklon tersebut terpantau terbentuk sejak Senin, 12 Januari 2026, di wilayah Samudra Pasifik Utara Papua.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
BMKG
Bibit Siklon Tropis 91W Terdeteksi di Indonesia, Ini Wilayah Terdampak 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91W yang terbentuk pertama kali pada Senin (12/1/2026) pukul 01.00 WIB.
  • Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, melaporkan sistem tersebut masih berkembang di wilayah Indonesia, tepatnya di Samudra Pasifik Utara Papua, pada Selasa (13/1/2026) pukul 07.00 WIB.
  • BMKG menyatakan, perkembangan Bibit Siklon Tropis 91W berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia bagian timur

 

SERAMBINEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91W yang terbentuk pertama kali pada Senin (12/1/2026) pukul 01.00 WIB.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, melaporkan sistem tersebut masih berkembang di wilayah Indonesia, tepatnya di Samudra Pasifik Utara Papua, pada Selasa (13/1/2026) pukul 07.00 WIB. 

"Pusat sirkulasi bibit siklon berada di sekitar Samudra Pasifik Utara, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara 1.006 hPa," ujarnya saat dikonfirmasi.

Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem

BMKG menyatakan, perkembangan Bibit Siklon Tropis 91W berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia bagian timur, seperti Maluku hingga Papua, dalam 24 jam ke depan.

Berikut rincian wilayah terdampak:

-Hujan sedang hingga lebat: Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Utara.

-Angin kencang: Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara.

Gelombang tinggi:

-Tinggi 1,25–3,5 meter: Laut Maluku, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan Biak, Perairan Serui, Teluk Cendrawasih, Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.

-Tinggi 2,5–4 meter: Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya.

BMKG memprediksi bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. 

Sistem diperkirakan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Baca juga: Siklon Tropis JENNA Melemah Dalam 24 Jam ke Depan, BMKG Ingatkan Dampak Terhadap Cuaca di Indonesia

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di Maluku Utara dan Papua, untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan kondisi perairan yang berbahaya. 

Informasi resmi dapat dipantau melalui situs BMKG di www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

Penyebab Munculnya Bibit Siklon Tropis

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan, secara klimatologis Indonesia tidak mendukung pembentukan siklon tropis. Namun, beberapa faktor dapat memicu kemunculannya, antara lain:

1. Faktor musiman: Aktivitas siklon tropis umumnya terjadi Juli–Oktober, sementara di Samudra Hindia barat Indonesia puncaknya November–April.

2. Kondisi laut: Laut yang hangat dan lembab menyediakan energi dan uap air melimpah untuk pembentukan awan konvektif skala luas. Fenomena seperti La Nina lemah dan Indian Ocean Dipole (IOD) fase negatif juga dapat meningkatkan curah hujan.

3. Gelombang atmosfer ekuator: Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) serta gelombang Kelvin/Rossby mempermudah terbentuknya bibit siklon.

Dengan kondisi ini, BMKG memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dan memastikan keselamatan di wilayah terdampak.

 

Baca juga: Domino hingga Prostitusi Merajalela, Pemkab di Aceh Barat Bahas Langkah Tegas

Baca juga: Divonis DKPP, Begini Reaksi KIP Aceh, Agusni: Kami Terima dengan Lapang Dada

Sumber: Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved