Konflik Amerika vs Iran
Negara Arab dan Turki Peringatkan Trump agar Tak Serang Iran, Bakal Bikin Timur Tengah Makin Panas
Peringatan dari sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut, tampaknya berhasil membujuk Trump untuk menunda serangan militer sementara waktu.
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat peringatan dari negara-negara Arab dan Turki agar tidak melancarkan serangan udara ke Iran.
- Peringatan itu disampaikan Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Turki dalam upaya lobi menit-menit terakhir yang dipicu kekhawatiran serangan AS ke Iran akan menyebabkan konflik besar dan sulit diatasi di seluruh Timur Tengah.
- Peringatan dari sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut, tampaknya berhasil membujuk Trump untuk menunda serangan militer sementara waktu.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat peringatan dari negara-negara Arab dan Turki agar tidak melancarkan serangan udara ke Iran.
Peringatan itu disampaikan Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Turki dalam upaya lobi menit-menit terakhir yang dipicu kekhawatiran serangan AS ke Iran akan menyebabkan konflik besar dan sulit diatasi di seluruh Timur Tengah.
Peringatan dari sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut, tampaknya berhasil membujuk Trump untuk menunda serangan militer sementara waktu.
Bahkan Arab Saudi dilaporkan menolak wilayah udaranya digunakan AS untuk menyerang Iran.
Dikutip dari The Guardian, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan melakukan pembicaraan melalui telepon dengan rekan-rekannya dari Iran, Oman, dan Turki pada Kamis (15/1/2026).
Baca juga: VIDEO - Iran Klaim Trump Kirim Pesan Damai, AS Disebut Tak Berniat Berperang dengan Teheran
Iran tetap terpisah secara politik dari negara-negara Teluk, sebagian karena dukungan berkelanjutannya terhadap jaringan proksi regionalnya.
Selain itu, terkait dengan penolakan Teheran untuk mendukung solusi dua negara bagi Palestina.
Hubungan Arab Saudi-Iran yang dulunya paling tegang di Timur Tengah, telah berada di jalur pemulihan dalam tiga tahun terakhir.
Semua negara Arab menyadari gangguan yang dapat ditimbulkan terhadap lalu lintas maritim di Teluk jika AS melancarkan serangan ke Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mencoba meyakinkan negara-negara Teluk bahwa Israel lebih berisiko terhadap stabilitas global ketimbang Iran.
Baca juga: VIDEO Iran Minta Bantuan China Jika Amerika Serang Teheran
Argumen itu menjadi lebih masuk akal setelah Israel membom Doha, September lalu, dengan tujuan membunuh perunding Hamas yang sudah tinggal di Ibu Kota Qatar tersebut selama hampir satu dekade.
Pengeboman itu terjadi saat perundingan gencatan senjata di Gaza berlangsung.
Terkait serangan tersebut, AS yang mengaku tak diberi tahu Israel sebelumnya, meminta maaf secara langsung kepada Emir Qatar.
Mereka juga menawarkan garansi keamanan baru untuk Doha yang didesain untuk melindungi Qatar dari serangan lebih jauh Israel.
Trump mengancam menyerang Iran dengan dalih penanganan represif Teheran terhadap aksi demonstrasi di negara tersebut.
Iran pun membalas dengan mengancam bakal menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah jika diserang.
| AS Tembaki Kapal Tanker Berbendera Iran di Teluk Oman, Kapal Dilaporkan Lumpuh |
|
|---|
| Ghalibaf Tegaskan Iran Tidak Akan Menyerah, Serukan Lima Poin kepada Rakyat |
|
|---|
| Perang Iran vs AS Mulai Mereda, Ancaman Baru Muncul dari Perompak Somalia |
|
|---|
| AS Resmi Akhiri Kampanye Militer ‘Operasi Epic Fury’ Terhadap Iran: Kami Telah Mencapai Tujuan |
|
|---|
| Presiden Iran Tegaskan Tolak Tuntutan AS soal Program Nuklir: Kami Tidak Akan Tunduk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Daftar-proyek-Donald-Trump-di-Indonesia.jpg)