Jumat, 1 Mei 2026

Berita Regional

Gunung Ile Lewotolok Erupsi Lagi, Lava Pijar Meluncur 100 Meter dari Kawah

Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT kembali erupsi pada Jumat (16/1/2026) pagi dengan kolom abu setinggi 350 meter.

Tayang:
Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
ERUPSI GUNUNG ILE - Penampakan lava pijar dari puncak Gunung Ile Lewotolok yang meletus pada Jumat (16/1/2026) pagi Wita. Dok PGA Ile Lewotolok 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT kembali erupsi pada Jumat (16/1/2026) pagi dengan kolom abu setinggi 350 meter.
  • Lava pijar terpantau meluncur sejauh 100 meter dari bibir kawah, disertai ratusan letusan dan gempa vulkanik.
  • Warga diminta waspada dan tidak beraktivitas dalam radius 2–2,5 km dari pusat erupsi.

 

Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT kembali erupsi pada Jumat (16/1/2026) pagi dengan kolom abu setinggi 350 meter.

SERAMBINEWS.COM, NTT Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat.

Pada Jumat (16/1/2026) pagi, gunung setinggi 1.773 meter di atas permukaan laut itu meletus dengan cukup kuat, memuntahkan abu vulkanik dan meluncurkan lava pijar dari kawahnya.

Menurut laporan Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, erupsi terjadi tepat pukul 10.10 Wita. 

Kolom abu terpantau membumbung setinggi 350 meter di atas puncak, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah timur.

Erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 32,1 mm dan durasi sekitar 48 detik.

Syawaludin, petugas PGA Ile Lewotolok menyebutkan, bahwa selain abu, terlihat pula aliran lava pijar di sektor barat gunung dengan jarak luncur mencapai 100 meter dari bibir kawah.

Baca juga: Gunung Burni Telong Bener Meriah Berpotensi Erupsi Fakta atau Hoax? Begini Penjelasan Badan Geologi

“Lava pijar ini menambah potensi bahaya di sekitar kawah, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Catatan pengamatan pada Kamis (15/1/2026), menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi.

Dalam periode 24 jam, tercatat 390 kali letusan disertai suara gemuruh lemah dan lontaran material pijar di sekitar kawah.

Kolom abu kala itu berkisar antara 100–200 meter dengan variasi warna asap putih, kelabu, hingga hitam.

Selain letusan, instrumen seismik mendeteksi 456 kali gempa embusan, 27 kali gempa tremor non-harmonik, serta satu kali gempa tektonik lokal. 

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada fase erupsi yang cukup intens dan berulang.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru Jawa Timur, Begini Nasib 60 Pendaki di Ranu Kumbolo, Jalur Pendakian Ditutup

Larangan Aktivitas

PGA Ile Lewotolok menegaskan, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 hingga 2,5 kilometer dari pusat erupsi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved