Rabu, 13 Mei 2026

SBY Khawatir Perang Dunia III Terjadi, Usulkan PBB Gelar Sidang Umum Darurat

Ia menilai dinamika global saat ini menunjukkan tanda-tanda yang mirip dengan situasi dunia menjelang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono 

Ringkasan Berita:
  • Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan kekhawatirannya terhadap kemungkinan terjadinya Perang Dunia III.
  • Ia menilai dinamika global saat ini menunjukkan tanda-tanda yang mirip dengan situasi dunia menjelang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
  • Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat periode 2025–2030 itu mengaku telah mencermati perkembangan geopolitik dunia secara intensif dalam tiga tahun terakhir.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan kekhawatirannya terhadap kemungkinan terjadinya Perang Dunia III.

Ia menilai dinamika global saat ini menunjukkan tanda-tanda yang mirip dengan situasi dunia menjelang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui akun media sosial X (dulu Twitter) @SBYudhoyono pada Senin (19/1/2026).

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat periode 2025–2030 itu mengaku telah mencermati perkembangan geopolitik dunia secara intensif dalam tiga tahun terakhir.

“Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia, terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini. Terus terang saya khawatir. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar, apalagi jika prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,” tulis SBY.

SBY menilai kemungkinan terjadinya Perang Dunia III sangat nyata, meskipun ia tetap meyakini bahwa skenario terburuk tersebut masih dapat dicegah.

Namun, menurutnya, ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit dari hari ke hari.

Baca juga: Ancaman Perang Dunia III Menguat, Sekutu Putin Sebut Deklarasi NATO Provokasi Global

Ia juga menyoroti sejumlah kesamaan antara kondisi global saat ini dengan periode menjelang dua perang dunia sebelumnya, seperti munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang agresif, terbentuknya blok-blok kekuatan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer secara masif, serta situasi geopolitik yang kian memanas.

Sejumlah konflik dan ketegangan global turut menjadi perhatian SBY, di antaranya operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada awal Januari 2026, ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland, perang Rusia–Ukraina yang memasuki tahun kelima, peluncuran rudal balistik Korea Utara, meningkatnya ketegangan China–Taiwan, krisis Iran terkait isu nuklir, serta eskalasi perang saudara di Sudan yang memicu krisis kemanusiaan.

Menurut SBY, kesadaran dan langkah nyata untuk mencegah perang global masih sangat minim.

Ia menegaskan bahwa doa saja tidak cukup untuk mencegah kehancuran dunia.

“Banyak studi mengatakan, jika terjadi perang dunia, perang total, dan perang nuklir, korban jiwa bisa mencapai lebih dari lima miliar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa,” tulisnya.

Baca juga: Kisah Dua Surat dari Perang Dunia I yang Kembali ke Daratan Setelah Seabad

Ayah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan kehancuran sering kali terjadi bukan hanya karena kejahatan para pelaku perang, tetapi juga karena sikap diam pihak-pihak yang sebenarnya menginginkan perdamaian.

Mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein, SBY menegaskan bahwa kejahatan akan menang jika orang-orang baik memilih untuk tidak bertindak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved