80 Warga Masih Hilang akibat Longsor Pasirlangu KBB, Area Terdampak Capai 2 Kilometer
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut berdampak pada 113 jiwa dari 34 kepala keluarga.
Ringkasan Berita:
- Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terus dilanjutkan.
- Hingga Minggu (25/1/2026), sebanyak 12 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor.
- Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan seluruh jenazah yang ditemukan telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.
SERAMBINEWS.COM, BANDUNG BARAT – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terus dilanjutkan.
Hingga Minggu (25/1/2026), sebanyak 12 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan seluruh jenazah yang ditemukan telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.
“Dari hasil operasi hingga saat ini, total 12 kantong jenazah sudah kami serahkan ke DVI. Dari jumlah tersebut, enam jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Ade di lokasi pengungsian, Minggu (25/1/2026).
Meski evakuasi terus dilakukan, duka mendalam masih menyelimuti warga Pasirlangu.
Berdasarkan data sementara, sekitar 80 warga masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.
Baca juga: BNPB: 3.233 Bencana Sepanjang 2025, Jawa Barat Terbanyak, Longsor Cisarua Sisakan 82 Korban Hilang
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut berdampak pada 113 jiwa dari 34 kepala keluarga.
Puluhan rumah dilaporkan tertimbun material tanah dan lumpur.
Ade menjelaskan, luasnya area terdampak menjadi tantangan terbesar bagi tim SAR gabungan di lapangan.
“Dari perhitungan kami, jarak dari titik mahkota longsor hingga lidah longsoran terjauh mencapai 2.009 meter atau sekitar dua kilometer. Ini area yang sangat luas untuk dilakukan penyisiran,” jelasnya.
Selain luas wilayah, kondisi material longsor yang masih berupa lumpur cair turut menyulitkan proses pencarian.
Mobilitas personel dan alat berat sangat bergantung pada kondisi cuaca yang hingga kini masih tidak menentu.
“Kendala utama kami adalah cuaca. Lumpur masih basah dan labil sehingga menyulitkan pekerjaan. Kami berharap cuaca hari ini mendukung agar pencarian bisa lebih maksimal,” tambah Ade.
Baca juga: Update 22 Januari 2026: Baitul Mal Aceh Ajak Masyarakat Berdonasi untuk Korban Banjir dan Longsor
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan proses pencarian korban akan terus dilanjutkan. Hal tersebut disampaikannya dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Minggu (25/1/2026).
| Berharap Bantuan Jadup Cair Sebelum Idul Adha Untuk Korban Banjir di Aceh Utara |
|
|---|
| Kawanan Gajah Masuk Permukiman, Rusak Rumah dan Tanaman Warga |
|
|---|
| Tol Sibanceh jangan Terus Memakan Korban |
|
|---|
| Dosen UNU Blitar Diduga Lecehkan 15 Mahasiswi, Kampus Nonaktifkan Pelaku dan Bentuk Satgas Khusus |
|
|---|
| Kasus Pembunuhan dan Pembakaran Jenazah Pacar, Eks Anggota Polisi Alvian Sinaga Divonis Seumur Hidup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-SAR-saat-evakuasi-korban-tertimbun-longsor-di-KBB-Sabtu-2412026.jpg)