Selasa, 21 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Tembus 5.000 Dolar AS per Ons

Harga emas telah naik di atas $5.000 (£3.659) per ons untuk pertama kalinya.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
HARGA EMAS DUNIA - Harga emas telah naik di atas $5.000 (£3.659) per ons untuk pertama kalinya (26/1/2026). 

Harga Emas Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Tembus 5.000 Dolar AS per Ons

SERAMBINEWS.COM- Harga emas telah naik di atas $5.000 (£3.659) per ons untuk pertama kalinya (26/1/2026).

 memperpanjang reli bersejarah yang membuat logam mulia ini melonjak lebih dari 60 persen pada tahun 2025.

Hal ini terjadi di tengah ketegangan antara AS dan NATO terkait Greenland yang menambah kekhawatiran tentang ketidakpastian keuangan dan geopolitik.

Kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump juga telah membuat pasar khawatir.

Baca juga: Makin Mahal! Harga Emas Antam Senin Ini Melonjak, Kini Rp2.917.000 per Gram

Pada hari Sabtu, ia mengancam akan mengenakan tarif 100 persen  pada Kanada jika negara itu mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Emas dan logam mulia lainnya dipandang sebagai aset "tempat berlindung aman" yang dibeli investor di saat ketidakpastian.

Pada hari Jumat, harga perak menembus angka $100 per ons untuk pertama kalinya, melanjutkan kenaikannya yang hampir 150 persen  tahun lalu.

Permintaan akan logam mulia juga didorong oleh berbagai faktor lain, termasuk inflasi yang lebih tinggi dari biasanya, dolar AS yang lemah, pembelian oleh bank sentral di seluruh dunia, dan karena Federal Reserve AS diperkirakan akan memangkas suku bunga lagi tahun ini.

Baca juga: Harga Emas di Sejumlah Wilayah Aceh Terus Meroket, Langsa Catat Kenaikan Tertinggi 26 Januari 2026

Perang di Ukraina dan Gaza, serta penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Washington, juga turut mendorong kenaikan harga emas.

Salah satu daya tarik terbesar emas adalah kelangkaannya.

Menurut asosiasi perdagangan World Gold Council, hanya sekitar 216.265 ton logam ini yang pernah ditambang.

Jumlah tersebut cukup untuk mengisi tiga hingga empat kolam renang ukuran Olimpiade.

Sebagian besar mineral itu baru diekstraksi dari bumi sejak tahun 1950, seiring dengan kemajuan teknologi pertambangan dan penemuan deposit baru.

Baca juga: Harga Emas di Sejumlah Wilayah Aceh Terus Meroket, Langsa Catat Kenaikan Tertinggi 26 Januari 2026

Badan Survei Geologi AS memperkirakan bahwa masih ada 64.000 ton emas yang dapat ditambang dari cadangan bawah tanah, meskipun pasokan logam tersebut diprediksi akan mencapai titik jenuh dalam beberapa tahun mendatang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved