Selasa, 2 Juni 2026

Luar Negeri

Heboh Netanyahu Tutup Kamera HP dengan Selotip, Takut Diretas Hacker Iran?

Beberapa pengguna menilai langkah Netanyahu menutup kameranya sebagai bentuk paranoia digital akibat aktivitas peretasan tersebut.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar X/MEDIA SOSIAL via PALESTINE CHRONICLE
NETANYAHU - Foto kamera smartphone Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ditutupi selotip viral di media sosial. Ada dugaan ia melakukannya untuk menghindari peretasan oleh hacker Iran. 
Ringkasan Berita:
  • Foto yang memperlihatkan handphone pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan kamera belakang ditutup menggunakan selotip, beredar luas di media sosial dan situs berita berbahasa Arab.
  • Gambar tersebut memicu reaksi beragam, mulai dari pujian terhadap kelompok peretas Iran hingga diskusi publik mengenai keamanan digital dan ancaman spionase di era teknologi tinggi.
  • Langkah Netanyahu menutup kameranya dinilai sebagai bentuk paranoia digital akibat aktivitas peretasan tersebut.

 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV – Foto yang memperlihatkan handphone pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan kamera belakang ditutup menggunakan selotip, beredar luas di media sosial dan situs berita berbahasa Arab.

Gambar tersebut memicu reaksi beragam, mulai dari pujian terhadap kelompok peretas Iran hingga diskusi publik mengenai keamanan digital dan ancaman spionase di era teknologi tinggi.

Saluran televisi Press TV yang dikelola Pemerintah Iran mengunggah gambar tersebut di Telegram dengan caption sindiran: “Kelompok perlawanan siber Handala jelas memiliki karyawan terbaik bulan ini.”

Kelompok Handala sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas pembobolan ponsel pejabat tinggi Israel.

Setelah foto Netanyahu viral, kelompok ini mendapatkan pujian dari sejumlah warganet Iran dan Timur Tengah.

Beberapa pengguna menilai langkah Netanyahu menutup kameranya sebagai bentuk paranoia digital akibat aktivitas peretasan tersebut.

Situs berita Mesir Youm7 dan media Uni Emirat Arab Aram News turut menyoroti foto tersebut.

Aram News bahkan memberi tajuk, “Dia menutupi kamera karena takut dimata-matai. Netanyahu memasuki periode paranoia digital,” dikutip dari Ynet pada Rabu (28/1/2026).

Media Yordania, Rai Al Youm, menyebut gambar itu menimbulkan perdebatan luas tentang keamanan digital dan risiko diawasi.

Sementara itu, Sky News Arabia dan Lebanon 24 menyoroti potensi kerentanan smartphone terhadap kebocoran data dan pelanggaran privasi.

Baca juga: Senjata Hamas Dilucuti, Netanyahu Tetap Tolak Negara Palestina dan Bangun Kembali Gaza

Konfirmasi Israel

Sejumlah pejabat keamanan Israel menegaskan, penutup kamera bukanlah bukti keberhasilan peretasan, melainkan bagian dari prosedur keamanan yang diperketat di lingkungan Kantor Perdana Menteri. 

Dikutip dari Palestine Chronicle, kebijakan baru diterapkan terhadap semua ponsel yang dibawa ke dalam gedung, termasuk milik menteri kabinet dan para penasihat.

Tujuannya adalah mencegah pengambilan gambar tanpa izin maupun pengawasan jarak jauh melalui kamera ponsel.

Surat kabar Israel Maariv melaporkan, penutupan kamera menggunakan selotip bukan untuk membatasi pengambilan gambar di zona militer, tetapi mencegah aktivasi kamera secara diam-diam oleh perangkat lunak berbahaya.

Langkah ini bertujuan menghindari kemungkinan ponsel digunakan sebagai alat spionase yang dapat merekam pertemuan rahasia, dokumen penting, atau lokasi strategis dan mengirimkannya ke pihak musuh tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Baca juga: Netanyahu Perintahkan Buldoser Gempur Gedung UNRWA di Yerusalem Timur

Serangan siber Iran

Pada awal Januari 2026, kelompok peretas Iran Handala mengaku berhasil membobol ponsel mantan Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked.


Mereka merilis sejumlah foto pribadi Shaked saat mengenakan seragam militer, menghadiri acara keluarga, dan dalam rapat kerja.

Beberapa pekan sebelumnya, kelompok yang sama juga meretas ponsel kepala staf Netanyahu, Tzachi Braverman, serta akun Telegram mantan Perdana Menteri Naftali Bennett.

Penutupan kamera dengan stiker atau selotip menjadi metode sederhana yang digunakan untuk melawan ancaman berteknologi tinggi seperti spyware jarak jauh.

Dalam skenario serangan zero-click, kamera dan mikrofon bisa diaktifkan tanpa interaksi pengguna dan tanpa tanda peringatan apa pun di layar.

Para pakar keamanan menilai penutup fisik sebagai garis pertahanan terakhir.

Sekalipun serangan siber berhasil melewati perlindungan perangkat lunak, kamera tetap tidak akan merekam gambar apa pun karena lensa tertutup.(*)

Baca juga: Lagi, Tim Unesa Jawa Timur Pengabdian di Aceh Tamiang dan Sumatra Utara

Baca juga: Redmi Note 15 Series Resmi Dijual, Andalkan Kamera Canggih dan Durabilitas Ekstrem

Baca juga: Kemenkes Kerahkan 513 Nakes ke Daerah Terisolir Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Sumber: Kompastv

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved