Selasa, 21 April 2026

Australia Kirim 1.383 Sapi Perah ke Indonesia, Perkuat Pasokan Susu untuk Program MBG

Impor sapi perah dari Australia menjadi bagian dari strategi besar pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produksi susu nasional dan mendukung Pr

Editor: Mursal Ismail
Pixabay.com
ILUSTRASI - Ilustrasi sapi perah. Impor sapi perah dari Australia menjadi bagian dari strategi besar pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produksi susu nasional dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 1.383 ekor sapi perah asal Australia tiba di Jawa Tengah sebagai bagian dari perdagangan ternak hidup dan upaya peningkatan produksi susu nasional.
  • Impor ini mendukung program Makan Bergizi Gratis yang menyasar 83 juta anak dan ibu hamil, dengan target impor satu juta sapi perah dalam lima tahun.
  • Pengadaan sapi dibiayai perusahaan swasta, menjalani karantina ketat, dan hasil produksinya akan disalurkan ke industri pengolahan susu untuk menjaga kepastian pasokan.

SERAMBINEWS.COM - Impor sapi perah dari Australia menjadi bagian dari strategi besar pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produksi susu nasional dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.  

Dengan melibatkan sektor swasta dan peternak rakyat, pemerintah menargetkan penambahan populasi sapi perah secara signifikan guna menjamin pasokan susu berkelanjutan bagi kebutuhan nasional.

Seperti diketahui, Australia kembali mengekspor ribuan sapi perah ke Indonesia sebagai bagian dari perdagangan ternak hidup antara kedua negara.

Sebanyak 1.383 ekor sapi dikirim ke Indonesia dan tiba di Jawa Tengah, Minggu, 1 Februari 2026.

Pengiriman tersebut terjadi di tengah ambisi Indonesia meningkatkan produksi susu nasional secara besar-besaran. 

Ternak impor itu nantinya akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan susu dalam negeri, termasuk bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Curhat Nurul Akmal Lifter Putri Aceh Jadi PPPK Paruh Waktu Heboh di Medsos, Ini Tanggapan Kemenpora

Kementerian Pertanian Indonesia pada Senin (2/2/2026) menyatakan, impor terbaru ini merupakan bagian dari rencana ambisius senilai 3 miliar dollar AS (sekitar Rp 50 triliun) untuk menarik peternak kecil bergabung dalam upaya meningkatkan produksi susu.

Pemerintah menargetkan lonjakan produksi melalui penguatan peternakan rakyat dan penambahan populasi sapi perah secara signifikan.

“Sapi-sapi ini bukan hanya penambahan populasi semata,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dalam sebuah pernyataan.

“Ini adalah investasi strategis untuk memperkuat fondasi produksi susu nasional dari peternakan rakyat,” imbuhnya.

Program tersebut menjadi bagian utama dari inisiatif makan gratis yang mencakup 83 juta anak-anak dan ibu hamil.

Untuk menopang kebutuhan itu, pemerintah menargetkan impor satu juta sapi perah dalam lima tahun, meningkat tajam dari populasi saat ini yang sekitar 220.000 ekor.

Baca juga: Lempar Petasan ke Arah Emil Audero, Oknum Ini Malah Alami Luka Serius dan Terancam Sanksi Hukum

Kementerian menyebut impor sapi mencakup pengiriman bersama serta program pembiakan yang melibatkan koperasi dan peternak sejak tahun lalu.

Produksi susu dari ternak impor tersebut nantinya akan mengalir ke industri pengolahan untuk memastikan kepastian pasokan.

Setibanya di Indonesia, sapi-sapi tersebut langsung menjalani prosedur karantina dan pemeriksaan kesehatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved