Minggu, 19 April 2026

Berita Gayo Lues

Profil H Muhammad Rauh, Dari Pengayuh Becak ke Kursi DPRK Gayo Lues

H Muhammad Rauh adalah potret nyata tentang bagaimana kerja keras, keteguhan, dan kejujuran mampu mengubah jalan hidup seseorang. 

Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
MUHAMMAD RAUH - H Muhammad Rauh adalah potret nyata tentang bagaimana kerja keras, keteguhan, dan kejujuran mampu mengubah jalan hidup seseorang. 

Ringkasan Berita:
  • H Muhammad Rauh, tokoh asal Gayo Lues, memulai hidup dari keluarga sederhana dan sejak remaja bekerja sebagai penarik becak, pedagang ikan, hingga jual beli hasil bumi untuk membiayai hidup dan sekolah.
  • Usahanya berkembang ke sektor transportasi dan distribusi bahan bangunan, lalu masuk politik melalui PKB.
  • Rauh dikenal menjunjung kejujuran, komunikasi terbuka, serta menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawa seseorang menuju keberhasilan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Laber | Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - H Muhammad Rauh adalah potret nyata tentang bagaimana kerja keras, keteguhan, dan kejujuran mampu mengubah jalan hidup seseorang. 

Lahir pada 1970 dari keluarga sederhana di Gayo Lues, ia tumbuh tanpa kemewahan.

Namun dari keterbatasan itulah, tekadnya ditempa membuktikan bahwa keberhasilan tidak harus diwariskan, melainkan diperjuangkan.

Sejak remaja, saat masih duduk di bangku SMA, Rauh sudah akrab dengan kerasnya kehidupan. 

Ia tak menunggu kesempatan datang, tetapi menciptakannya. 

Dari menjadi penarik becak dayung dengan sistem sewa harian, hingga berdagang ikan, semua ia jalani dengan penuh kesungguhan. Waktu antara sekolah dan bekerja ia bagi tanpa keluh. 

Baca juga: Muscab PKB Gayo Lues 2026, Momentum Perkuat Soliditas dan Panaskan Mesin Politik

Bahkan, naluri bisnisnya mulai terasah saat ia mencoba peruntungan di sektor jual beli hasil bumi, seperti minyak nilam khas Gayo Lues.

Setiap rupiah yang diperoleh bukan sekadar penghasilan, melainkan pelajaran tentang arti perjuangan.

Semua yang ia capai dibangun dari nol tanpa bergantung pada peran orang tua melainkan dari keringat, keberanian, dan ketekunan yang tak pernah surut.

Langkah kecil itu perlahan menjelma menjadi pijakan besar. Usahanya terus berkembang, merambah sektor angkutan antarprovinsi hingga distribusi bahan bangunan. 

Ia pun dikenal sebagai distributor semen yang cukup diperhitungkan. Dari dunia usaha inilah, jiwa kepemimpinan dan kemandiriannya terasah kuat.

Memasuki dunia politik, Rauh memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai jalan pengabdian.

Baca juga: BPJN Aceh Pastikan Alat Berat Siaga Dekat Titik Rawan Longsor di Gayo Lues

Partai berlambang Ka’bah yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menjadi tempat ia menanamkan idealisme sekaligus membangun karier politiknya.

Perjalanannya terbilang panjang dan konsisten. Pada 2003, ia dipercaya sebagai nahkoda partai di tingkat daerah. Kepercayaan itu terus menguat ketika pada 2004 ia terpilih sebagai Anggota DPRK Gayo Lues

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved