Internasional
Menlu: Rusia tak akan Serang Eropa, Tapi Kami akan Membalas jika Diserang
Moskow kembali menepis kekhawatiran Eropa soal ancaman perang. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan bahwa negaranya tidak
Ringkasan Berita:
- Lavrov kembali menuding Uni Eropa sebagai pihak yang justru memperkeruh situasi, bukan membuka jalan menuju perdamaian di Ukraina.
- Menurut Moskow, Brussels selama ini lebih memilih menciptakan hambatan, bahkan menyabotase upaya perdamaian.
SERAMBINEWS.COM - Moskow kembali menepis kekhawatiran Eropa soal ancaman perang.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat sedikit pun untuk melancarkan serangan militer ke Eropa, kecuali jika lebih dulu diserang.
Pernyataan itu disampaikan Lavrov dalam wawancara dengan stasiun televisi NTV yang disiarkan Minggu, menanggapi pernyataan sejumlah pejabat Eropa yang belakangan mengangkat isu potensi konflik militer dengan Rusia.
“Kami tidak berniat menyerang Eropa. Tidak ada alasan untuk melakukannya,” ujar Lavrov lugas.
Namun, ia menegaskan sikap Moskow tidak akan lunak jika situasi berubah.
Rusia, kata dia, siap merespons dengan kekuatan penuh apabila Eropa benar-benar melancarkan agresi militer.
“Jika Eropa bertindak berdasarkan ancamannya untuk mempersiapkan perang melawan kami dan memulai serangan terhadap Federasi Rusia, maka Eropa akan menghadapi respons militer penuh, dengan seluruh kemampuan militer yang kami miliki,” tegasnya.
Baca juga: Ketegangan Memanas Rusia dan Eropa, Moskow Tak Akan Ragu Gunakan Semua Kekuatan Jika Diserang
Lavrov kembali menuding Uni Eropa sebagai pihak yang justru memperkeruh situasi, bukan membuka jalan menuju perdamaian di Ukraina.
Menurut Moskow, Brussels selama ini lebih memilih menciptakan hambatan, bahkan menyabotase upaya perdamaian.
Dalam wawancara terpisah dengan kantor berita TASS pada akhir Desember lalu, Lavrov menyebut para pejabat Eropa secara terbuka telah melakukan persiapan menuju konfrontasi dengan Rusia.
Ia menilai dukungan berkelanjutan Uni Eropa terhadap Kiev baik dalam bentuk dana maupun senjata sebagai bukti nyata.
“Partai perang Eropa mempertaruhkan seluruh modal politiknya untuk menjatuhkan Rusia secara strategis,” kata Lavrov. Ia menambahkan bahwa hampir seluruh negara Eropa, dengan sedikit pengecualian, terus “memompa” Ukraina dengan uang dan persenjataan.
Lavrov juga menuding para pemimpin Uni Eropa berupaya menggagalkan inisiatif perdamaian Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat dan sempat digagas Presiden AS Donald Trump.
Sebagai latar belakang, Rusia meluncurkan apa yang disebutnya sebagai “operasi militer khusus” di wilayah Donbass pada Februari 2022. Moskow mengklaim langkah itu bertujuan membebaskan wilayah berbahasa Rusia di Ukraina timur, melakukan demiliterisasi, serta “denazifikasi”.
| Seniman asal Aceh Agus Nuramal akan Tampil di Pameran Internasional Pinacoteca de São Paulo, Brasil |
|
|---|
| Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan Dipercaya Jadi Penasihat Kota Riyadh Arab Saudi |
|
|---|
| Mobil SUV Misterius Iringi Trump di China, Diduga Bawa Teknologi Perang Elektronik Canggih |
|
|---|
| Takut Dimata-matai China, Rombongan Trump Buang HP dan Pin sebelum Naik Air Force One |
|
|---|
| India Naikkan Harga BBM Akibat Krisis Energi Dampak Perang Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menlu-rusia-sergei-lavrov.jpg)