Senin, 8 Juni 2026

Kronologi Perang Netizen Korea Selatan dan Indonesia, dari dari Konser Day6 hingga Sindiran Rasis

Yang semula hanya perdebatan antar-fans perlahan berubah arah. Sejumlah komentar bernada meremehkan dan rasis mulai bermunculan.

Tayang:
Editor: Amirullah
Tangkap Layar X
Ternyata ini awal mulanya kenapa netizen Korea Selatan 'perang' lawan netizen Indonesia trending di Twitter. Malaysia sampai bela netizen Indo. 

Ringkasan Berita:
  • Konflik bermula dari konser Day6 di Kuala Lumpur, saat fansite Korea diduga membawa kamera profesional yang dilarang promotor dan memicu perdebatan di X.
  • Adu argumen melebar jadi perang komentar bernada rasis, menyeret netizen Indonesia dan memicu tagar trending.
  • Warganet Asia Tenggara kompak membela Indonesia lewat solidaritas “SEABlings”.

 

SERAMBINEWS.COM -  Linimasa X mendadak panas pada Kamis (12/2/2026).

Perang komentar antara netizen Korea Selatan dan Indonesia meledak tanpa aba-aba, lalu menjalar cepat ke berbagai negara Asia Tenggara.

Yang awalnya hanya soal aturan konser, berubah menjadi adu sindir berkepanjangan. Sejumlah tagar terkait perseteruan itu bahkan sempat bertengger di jajaran trending.

Bermula dari Konser Day6 di Kuala Lumpur

Jika ditarik ke belakang, pangkal persoalannya terjadi di konser Day6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Januari 2026.

Di tengah euforia penampilan band asal Korea Selatan itu, seorang fansite dari Korea diduga membawa kamera profesional berukuran besar lengkap dengan lensa tele. Padahal, berdasarkan aturan promotor, perangkat tersebut termasuk barang terlarang di area konser.

Aksi itu tertangkap kamera penonton lain. Foto dan video yang beredar kemudian viral di media sosial. Dari situlah perdebatan bermula.

Beberapa akun di X menyebut fansite tersebut tidak terima ketika tindakannya dipersoalkan. Ia bahkan dikabarkan sempat melontarkan ancaman akan membawa masalah tersebut ke jalur hukum. Adu argumen antara penggemar Malaysia dan fansite Korea pun tak terhindarkan.

Baca juga: Menjaga Nadi Tradisi, Pemkab Aceh Besar Perkuat Petani dan Nelayan

Dari Adu Argumen ke Sentimen Antarnegara

Yang semula hanya perdebatan antar-fans perlahan berubah arah. Sejumlah komentar bernada meremehkan dan rasis mulai bermunculan.

Netizen Indonesia ikut terseret ketika sebagian Knetz (Korean netizen) dianggap melontarkan komentar yang menyinggung Asia Tenggara. Balasan pun datang tak kalah keras.

Situasi makin memanas karena percakapan terjadi di ruang terbuka dan disaksikan ribuan pengguna lain. Algoritma X mempercepat penyebaran cuitan-cuitan tersebut, membuatnya cepat viral dan masuk daftar trending.

Cuitan Rasis Picu Amarah

Namun, persoalan tak berhenti di situ. Setelah polemik konser mereda, muncul cuitan lain dari akun yang diduga netizen Korea Selatan.

Dalam unggahan berbahasa Inggris itu, ia melontarkan komentar bernada merendahkan terhadap negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Cuitan tersebut menyinggung kondisi ekonomi dan menyiratkan stereotip negatif. Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menuai kecaman.

Netizen Indonesia yang merasa tersinggung lantas membalas dengan komentar pedas. Mereka menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk rasisme yang tidak bisa ditoleransi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved