Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Harga Emas

Sempat Anjlok, Harga Emas Dunia dan Perak Kini Bangkit!  Ini Pemicu Penguatannya

Harga emas dan perak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (13/2/2026).

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS -Harga emas dan perak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (13/2/2026). 

Sempat Anjlok, Harga Emas Dunia dan Perak Kini Bangkit!  Ini Pemicu Penguatannya

SERAMBINEWS.COM- Harga emas dan perak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (13/2/2026).

Setelah sempat tertekan dan jatuh ke level terendah dalam sepekan.

Pemulihan ini dipicu oleh aksi bargain-hunting atau perburuan harga murah oleh investor yang melihat penurunan sebelumnya sebagai peluang membeli.

Mengutip laporan Reuters, kebangkitan harga logam mulia terjadi setelah emas dan perak menembus level support penting pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Abdya Kembali Anjlok, Segini Harga Emas Per Mayam dan Harga Emas Antam

Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar masuk kembali, terutama dari sisi teknikal.

Harga emas spot tercatat naik sekitar 1 persen ke level US$4.966,83 per ons pada pukul 01.27 GMT.

Kenaikan ini terjadi setelah emas mengalami tekanan tajam sehari sebelumnya, dengan penurunan lebih dari 3 persen hingga sempat jatuh ke bawah level psikologis US$5.000 per ons.

Level tersebut selama ini dianggap sebagai batas penting yang mencerminkan kekuatan sentimen pasar terhadap emas.

Sementara itu, pergerakan perak terpantau lebih agresif. Harga perak spot melonjak 2,1 persen menjadi US$76,76 per ons.

Kenaikan ini dinilai sebagai rebound teknikal, mengingat perak sebelumnya anjlok tajam hingga 11 persen pada Rabu lalu.

Baca juga: Harga Emas Aceh Timur Fluktuatif: Perhiasan Bertahan, Logam Mulia Anjlok Ikuti Pasar Dunia

Penurunan drastis tersebut membuka ruang bagi investor untuk kembali masuk setelah harga dinilai terlalu murah dalam waktu singkat.

Tekanan jual yang menimpa emas dan perak di awal pekan tidak lepas dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih solid.

Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Lhokseumawe Juga Turun, Segini Harga Beli Emas Per Mayam

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved