Sabtu, 25 April 2026

Berita Jakarta

Bikin Kagum Dunia, Pilot Jet Tempur Indonesia Mendarat dan Take Off dengan Mulus dari Jalan Tol

Indonesia menguji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur di jalan tol Trans-Sumatra, menarik sorotan media internasional.

Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
JET MENDARAT DI TOL - Jet tempur jenis F-16 tampak mendarat di Jalan Tol Trans Sumatra di kawasan Lampung pada 11 Februrari 2026. Dok Antara 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia menguji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur di jalan tol Trans-Sumatra, menarik sorotan media internasional.
  • AFP menilai langkah ini sebagai strategi cadangan bila pangkalan udara diserang, sementara AeroTime menyoroti tantangan teknis dengan lebar tol hanya 24 meter.
  • CNN menggambarkan pendekatan ini sebagai alternatif “kapal induk daratan” yang lebih murah dan fleksibel, bagian dari modernisasi militer Indonesia.

 

Indonesia menguji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur di jalan tol Trans-Sumatra, menarik sorotan media internasional.

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Langkah Indonesia memanfaatkan jalan tol sebagai landasan darurat jet tempur menarik perhatian luas media internasional. 

Uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat militer di ruas Tol Trans-Sumatra pada 11 Februari 2026, dipandang sebagai strategi inovatif untuk memperkuat pertahanan sekaligus memaksimalkan infrastruktur sipil.

Sejumlah media internasional menyorot aksi pilot jet tempur Indonesia yang mendarat dan take-off dari jalan tol.

  • AFP (Perancis) menekankan uji coba ini sebagai strategi cadangan bila pangkalan udara diserang. 

Dua pesawat TNI AU diuji di Sumatra, dan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyebutnya sebagai “tonggak penting” dalam modernisasi militer.

  • AeroTime (media aviasi) menyoroti aspek teknis: jalan tol selebar 24 meter digunakan sebagai runway darurat, jauh lebih sempit dari standar bandara. 

Dua pesawat, F-16 dan EMB-314 Super Tucano, sukses mendarat dan lepas landas di segmen sepanjang 3.000 meter.

  • CNN (Amerika Serikat) menggambarkan pendekatan ini sebagai cara menjadikan pulau-pulau Indonesia layaknya “kapal induk daratan” yang lebih murah dan fleksibel dibandingkan platform laut.

Baca juga: Detik-detik Pesawat F-35 AS Jatuh dan Meledak Hantam Landasan Pangkalan Militer,Begini Kondisi Pilot

Indonesia, dengan lebih dari 6.000 pulau berpenghuni, menghadapi tantangan besar menjaga kedaulatan udara.

Kapal induk dinilai terlalu mahal untuk cakupan wilayah seluas itu.

Jalan tol yang tersebar di seluruh provinsi dapat menjadi runway alternatif yang lebih realistis dan efisien.

Kepala Staf TNI AU, Marsekal Mohamad Tonny Harjono, menegaskan penggunaan jalan tol bersifat situasional, bukan permanen.

Ambisi Modernisasi Militer

Program ini sejalan dengan modernisasi pertahanan di bawah Presiden Prabowo Subianto, termasuk pembelian 42 jet Rafale dari Perancis senilai Rp 136 triliun. 

Indonesia berharap setiap provinsi memiliki minimal satu ruas tol yang bisa difungsikan sebagai landasan darurat, meski belum ada tenggat waktu implementasi.

Dengan uji coba ini, Indonesia menunjukkan:

  • Fleksibilitas pertahanan menghadapi ancaman.
  • Efisiensi biaya dibandingkan pembangunan kapal induk.
  • Kesiapan operasional Angkatan Udara dalam kondisi darurat.
  • Langkah ini bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga pesan geopolitik.

Maknanya: Indonesia serius memperkuat pertahanan dengan memanfaatkan potensi infrastruktur sipil.

Tanpa mengurangi fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi publik.(*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved