Timur Tengah
Iran Rilis 7 “Target” Pejabat Israel yang akan Dihabisi, Termasuk Netanyahu
Ketegangan Iran dan Israel kembali memanas. Sebuah saluran televisi yang dikelola pemerintah Iran, Ofogh, menayangkan daftar tujuh pejabat
Ringkasan Berita:
- Dalam tayangan tersebut, grafik bergambar garis bidik senapan dipasang di atas foto para pejabat yang disebutkan.
- Selain Netanyahu, daftar itu mencantumkan Direktur Mossad David Barnea, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, Kepala IDF Eyal Zamir, Kepala Angkatan Udara Tomer Bar, Kepala Direktorat Intelijen Militer Shlomi Binder, serta Kepala Direktorat Operasi Itzik Cohen.
SERAMBINEWS.COM – Ketegangan Iran dan Israel kembali memanas. Sebuah saluran televisi yang dikelola pemerintah Iran, Ofogh, menayangkan daftar tujuh pejabat tinggi Israel yang disebut sebagai “sasaran,” termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam tayangan tersebut, grafik bergambar garis bidik senapan dipasang di atas foto para pejabat yang disebutkan.
Selain Netanyahu, daftar itu mencantumkan Direktur Mossad David Barnea, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, Kepala IDF Eyal Zamir, Kepala Angkatan Udara Tomer Bar, Kepala Direktorat Intelijen Militer Shlomi Binder, serta Kepala Direktorat Operasi Itzik Cohen.
Presenter program tersebut bahkan menyampaikan ancaman dalam bahasa Ibrani: “Kami akan menentukan waktu kematian Anda, tunggu Ababil,” merujuk pada drone buatan Iran yang kerap dikaitkan dengan operasi militer Teheran.
Baca juga: Jika AS Serang Teheran, Iran Siap Hujani Israel dengan Rudal dari Lebanon, Irak, dan Yaman
Negosiasi Nuklir dan Ancaman Terbuka
Pernyataan bernada ancaman itu muncul di tengah negosiasi sensitif antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran.
Pekan lalu, diplomat kedua negara menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman, di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang mengancam tindakan keras terhadap Iran.
Iran sebelumnya menyatakan akan menyerang target Israel dan Amerika Serikat jika mendapat serangan balasan.
Netanyahu sendiri baru kembali ke Israel setelah kunjungan ke Washington dan pertemuannya dengan Trump.
Dalam pernyataan setibanya di tanah air, Netanyahu mengungkapkan bahwa Trump yakin Iran bisa dipaksa menerima sejumlah tuntutan, meski ia mengaku skeptis terhadap hasil perundingan tersebut.
Trump pada Kamis kembali memperingatkan Teheran. “Kita harus membuat kesepakatan dengan Iran, jika tidak, itu akan menjadi sangat traumatis,” ujarnya.
IDF Ajak Warga Iran Hubungi Mossad
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengambil langkah tak biasa dengan menyerukan warga Iran untuk menghubungi badan intelijen Mossad.
Pesan itu disampaikan melalui akun resmi berbahasa Persia di platform X, lengkap dengan nama pengguna akun Telegram Mossad untuk berbagi informasi secara rahasia.
“Kami meminta rakyat patriotik Iran untuk mengikuti hanya saluran komunikasi resmi kami dan menghubungi kami untuk kerja sama apa pun,” tulis IDF.
Langkah ini bukan kali pertama dilakukan Israel, dan dinilai sebagai upaya membangun jaringan informan atau membujuk pembelot dari dalam Iran.
Surat PBB Tuai Kecaman
Sementara itu, kontroversi lain muncul setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengirim surat ucapan selamat kepada Iran dalam rangka peringatan Revolusi Islam 1979.
Surat yang pertama kali dilaporkan kantor berita pemerintah Iran IRNA itu menuai kecaman dari kelompok hak asasi manusia UN Watch.
Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan surat tersebut merupakan “surat standar” yang dikirimkan kepada setiap negara anggota saat hari nasional mereka dan tidak dimaksudkan sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah mana pun.
Namun para pengkritik menilai langkah itu tidak sensitif, mengingat tindakan keras terhadap demonstran anti-rezim yang terjadi baru-baru ini di Iran.
Mereka menyebut ucapan selamat tersebut berpotensi mengikis kredibilitas PBB di mata publik internasional.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan eskalasi retorika dan manuver politik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di tengah situasi kawasan yang sudah rapuh dan berisiko memicu konflik lebih luas.(*)
Netanyahu
Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu
Pejabat Israel
Iran
Serambinews.com
Serambinews
| Dokter MSF Ungkap Pembantaian Israel di Lebanon: Anak-anak Terluka, Ibu Hilang, Ribuan Warga Diusir |
|
|---|
| Tak Ada Solusi Israel Stres Hadapi Drone Murah Hizbullah, Korban Tentara Terus Bertambah |
|
|---|
| Air Bersih Kian Langka, Warga Gaza Bertaruh Nyawa Demi Setetes Kehidupan |
|
|---|
| Drone Hizbullah Bunuh Otak Penghancur Rumah-rumah di Lebanon Selatan |
|
|---|
| Taktik Perang Baru, Drone Kabel Optik Hizbullah Sulit Dicegat, Korban Tentara IDF Terus Berjatuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/target-09iio.jpg)