Selasa, 2 Juni 2026

Timur Tengah

Netanyahu Tuntut Iran tak Boleh Perkaya Uranium, Hari Ini AS-Iran Kembali Berunding di Jenewa

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa kesepakatan apa pun terkait program nuklir Iran harus sepenuhnya menghapus

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansari Hasyim
Tangkap layar X
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat 26 September 2025. 

Di sisi lain, Iran tetap bersikukuh bahwa program rudalnya adalah “garis merah” dan tidak dapat dinegosiasikan. Teheran juga menolak tuntutan nol pengayaan uranium dengan alasan program tersebut diperlukan untuk keamanan energi nasional.

Baca juga: Bukan untuk Serang Iran, Ini Alasan AS Kirim USS Abraham Lincoln & USS Gerald R Ford ke Timur Tengah

Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, dalam wawancara dengan BBC pada Minggu, membuka peluang kompromi.

Ia menyebut Iran dapat mempertimbangkan pengenceran uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen, asalkan Washington mencabut sanksi yang telah lama diberlakukan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform X pada Senin, menyatakan dirinya tiba di Jenewa dengan “ide nyata untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara.”

“Apa yang tidak ada di meja adalah penyerahan di bawah ancaman,” tulisnya, sembari menegaskan bahwa Teheran siap menghadapi konfrontasi militer jika jalur diplomasi runtuh.

Ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran kini kembali meningkat, sementara dunia menanti hasil perundingan yang dapat menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved