Selasa, 12 Mei 2026

Timur Tengah

Panglima Perang Iran: Berperang dengan Iran Kesalahan Perhitungan yang Merugikan bagi Amerika

Ketika Mayor Jenderal Seyed Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansari Hasyim
IRGC/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS
LATIHAN MILITER - Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami meninjau peralatan militer selama latihan militer pasukan darat IRGC di wilayah Aras, provinsi Azerbaijan Timur, Iran, 17 Oktober 2022. 

Ringkasan Berita:
  • Pernyataan terbaru Mayor Jenderal Mousavi, yang disampaikan sebagai respons atas ancaman baru dari Trump, kembali menegaskan adanya pergeseran signifikan dalam keseimbangan militer di kawasan Teluk Persia.
  • Peringatan eksplisit bahwa Trump akan dicegah dari upaya “intimidasi” di panggung dunia bukan hanya pernyataan politik, melainkan hasil dari perhitungan strategis yang bertumpu pada kemampuan militer nyata serta strategi pencegahan Iran.

 

SERAMBINEWS.COM - Ketika Mayor Jenderal Seyed Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa memasuki perang dengan Iran akan menjadi pelajaran yang tak terlupakan, pernyataan itu bukan sekadar retorika. 

Ucapan tersebut mencerminkan doktrin pencegahan berlapis yang telah dibangun selama beberapa dekade melalui pengalaman tempur dan kemajuan teknologi, sehingga menggeser titik ketegangan dari level lokal menjadi kawasan global yang strategis.

Pernyataan terbaru Mayor Jenderal Mousavi, yang disampaikan sebagai respons atas ancaman baru dari Trump, kembali menegaskan adanya pergeseran signifikan dalam keseimbangan militer di kawasan Teluk Persia.

Peringatan eksplisit bahwa Trump akan dicegah dari upaya “intimidasi” di panggung dunia bukan hanya pernyataan politik, melainkan hasil dari perhitungan strategis yang bertumpu pada kemampuan militer nyata serta strategi pencegahan Iran.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Perang Regional, Trump Ikut Awasi Negosiasi Iran di Jenewa

Berbeda dengan era 1990-an dan awal 2000-an, Iran kini memiliki struktur pertahanan sekaligus ofensif yang bersifat multidimensi.

Sejumlah laporan internasional, termasuk dari The Wall Street Journal dan Associated Press, mengonfirmasi luasnya kemampuan rudal dan drone Iran, bahkan setelah konflik singkat selama 12 hari dengan Israel.

Iran disebut masih menyimpan persediaan rudal balistik, rudal jelajah anti-kapal, serta ribuan drone pengintai dan drone serang yang dapat digunakan secara terkoordinasi untuk menargetkan sasaran maritim maupun darat.

Kemampuan tersebut diyakini bukan sekadar unjuk kekuatan. Sejumlah analis militer menilai, dalam skenario konflik terbuka, Iran mampu membuat pangkalan militer AS di kawasan—yang banyak di antaranya berada kurang dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran—menjadi sangat rentan terhadap serangan presisi jarak menengah.

Strategi Pencegahan

Pejabat senior militer dan keamanan Iran berulang kali menegaskan bahwa setiap tindakan militer terhadap negaranya berpotensi berkembang menjadi perang regional. Pendekatan ini mengubah kemungkinan konfrontasi terbatas menjadi krisis berskala global.

Serangan terhadap Iran tidak lagi dipandang sebagai operasi di satu titik geografis, melainkan berpotensi memengaruhi jalur energi dan perdagangan internasional yang dilalui jutaan barel minyak setiap hari.

Peringatan Mayor Jenderal Mousavi pada dasarnya merupakan deklarasi bahwa era “serangan tanpa konsekuensi” terhadap negara-negara di kawasan telah berakhir.

Melalui investasi strategis dalam teknologi pertahanan dalam negeri dan penguatan jaringan sekutu regional, Iran berupaya mengubah kalkulasi biaya-manfaat dalam setiap potensi konfrontasi.

Dalam dinamika yang kompleks ini, ancaman balasan yang tegas justru diposisikan sebagai instrumen pencegahan.

Alih-alih memicu perang, strategi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan risiko bagi pihak lawan, sehingga konfrontasi terbuka dapat dihindari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved