Sabtu, 16 Mei 2026

Timur Tengah

Hamas: Pasukan Internasional Boleh Masuk Gaza, Tapi Jangan Campuri Urusan Kami

Hamas mengatakan terbuka unt.k pasukan penjaga perdamaian Gaza, tetapi menolak peran asing dalam urusan dalam negeri.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
RNTV/TangkapLayar
ISRAEL PERINGATKAN HAMAS - Personel Brigade Al Qassam, Sayap Militer Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, dalam sebuah parade militer di Jalur Gaza beberapa waktu lalu. 

Warga Palestina yang berbicara kepada AFP di kota Gaza selatan Khan Younis berada antara harapan dan kecurigaan tentang pertemuan Washington.

“Trump hanyalah kekuatan militer yang memaksakan pandangannya terhadap dunia, dan dewan keamanan ini, yang ia banggakan, adalah pintu gerbang lain menuju pendudukan Palestina, wajah lain dari pendudukan Zionis," kata Farid Abu Odeh, mengacu pada dewan tersebut.

Warga Palestina lainnya, Mohammed al-Saqqa, mengatakan dia berdoa agar dewan direksi Trump mengarah pada keamanan dan perdamaian, dan menuju sesuatu yang lebih baik daripada apa yang telah kita lalui.“

Banyak analis dan beberapa sekutu AS telah mengindikasikan skeptisisme tentang dewan karena kekhawatiran itu mungkin mengesampingkan PBB.

Hugh Lovatt, seorang rekan kebijakan senior di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mengatakan kepada AFP bahwa dia menemukan apa yang muncul dari dewan “sangat mengganggu.”

Lovatt mengatakan banyak ide-idenya untuk rekonstruksi Gaza berasal dari mitra ramah Israel, sementara suara-suara Palestina dikecualikan.

Dia menegaskan bahwa tanda-tanda menunjuk pada “sebuah proyek kolonial dalam hal mencoba memaksakan proyek ekonomi asing di suatu wilayah.”

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan Komisi Eropa seharusnya tidak mengirim perwakilan ke pertemuan itu karena tidak memiliki mandat untuk mewakili negara-negara anggota.

Mantan duta besar AS untuk Israel Dan Shapiro mengatakan kurangnya masukan dari Palestina dan rencana rekonstruksi besar-besaran yang bergantung pada perlucutan senjata Hamas membuat Dewan Perdamaian sulit ditanggapi dengan serius.“(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved