Berita Internasional
Iran Bikin Trump Kebingungan, Tak Gentar meski Dikepung Kapal Induk Raksasa
Trump kembali menyoroti sikap Iran yang tetap kokoh meski AS meningkatkan tekanan militer dengan pengerahan kapal induk raksasa ke Timur Tengah.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Trump kembali menyoroti sikap Iran yang tetap kokoh meski AS meningkatkan tekanan militer dengan pengerahan kapal induk raksasa ke Timur Tengah.
- Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, menyebut presiden AS “penasaran” mengapa Teheran belum menunjukkan komitmen jelas soal senjata nuklir, meski jalur diplomasi masih terbuka.
- Sementara itu, situasi domestik Iran memanas dengan demonstrasi besar dan bentrokan, di tengah laporan ribuan korban jiwa akibat penindakan pemerintah.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sri Anggun Oktaviana | Amerika Serikat
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menyoroti sikap Iran yang dinilai belum menunjukkan tanda-tanda “menyerah” meski tekanan militer Washington di kawasan Timur Tengah (Timteng) semakin besar.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu (21/2/2026) waktu setempat.
Witkoff menjelaskan, bahwa Trump merasa “penasaran” mengapa Teheran belum mengambil langkah tegas untuk menyatakan penolakan terhadap senjata nuklir.
Padahal AS telah mengerahkan kekuatan militer besar di kawasan.
Menurutnya, Trump tidak ingin menggunakan istilah “frustrasi”, tetapi mempertanyakan mengapa Iran belum datang ke meja perundingan dengan komitmen yang jelas.
“Dengan tekanan sebesar ini, dengan kekuatan laut dan angkatan udara yang kami miliki di kawasan tersebut, mengapa mereka tidak datang dan mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan senjata nuklir, serta menjelaskan apa yang siap mereka lakukan?” ujar Witkoff, dikutip BBC News (23/3/2026).
Baca juga: Khamenei Siapkan Rencana Suksesi Darurat jika Diserang AS atau Israel, Militer Iran Siap Siaga
Meski begitu, Witkoff mengakui, bahwa membawa Iran ke titik tersebut bukanlah hal mudah.
Amerika Serikat bersama sekutu Eropa selama ini mencurigai Iran tengah mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang selalu dibantah Teheran.
Jalur Diplomasi Masih Terbuka
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi menegaskan, bahwa peluang penyelesaian konflik melalui diplomasi masih terbuka.
Dalam wawancara dengan CBS News, ia menyebut para perunding tengah menyusun elemen kesepakatan yang berpotensi menguntungkan kedua belah pihak.
Bahkan, Iran dikabarkan sedang menyiapkan draf kesepakatan yang akan diserahkan kepada Witkoff dalam beberapa hari ke depan.
Pembicaraan tidak langsung antara pejabat AS dan Iran terkait program nuklir sebelumnya berlangsung di Jenewa pada 17 Februari lalu, dan menghasilkan sejumlah kemajuan.
Baca juga: VIDEO Iran Klaim Rudal Misterius yang Mampu Tenggelamkan Kapal Induk Raksasa AS
Oman sebagai mediator, mengumumkan putaran negosiasi berikutnya akan kembali digelar di Jenewa pada Kamis pekan ini.
| Selat Hormuz Membara: AS Hancurkan Kapal Iran Usai Insiden Kapal Korea Selatan |
|
|---|
| Update Hari ke-67 Perang Iran: UEA Diserang, Trump Ancam ‘Lenyap dari Muka Bumi’ |
|
|---|
| AS Sesumbar Kawal Kapal Lintasi Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras |
|
|---|
| Harga Minyak Tak Bergeming, Rencana Proyek Kebebasan Trump Tak Mempan? |
|
|---|
| Panas dengan Jerman, Trump Putuskan Tarik Ribuan Pasukan AS dari Eropa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Daftar-proyek-Donald-Trump-di-Indonesia.jpg)