Jumat, 17 April 2026

Menu MBG di Pangandaran Makin Parah di Bulan Ramadhan, Netizen Pertanyakan Standar Gizi

Selama Ramadan 2026, sejumlah warga mengaku kecewa dengan menu yang mereka terima.

Editor: Amirullah
Istimewa
MBG - Penampakan MBG yang diterima penerima manfaat peserta didik di wilayah Kabupaten Pangandaran pada bulan ramadan 2026 ini (TribunPariangan.com) 

SERAMBINEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tengah jadi perbincangan.

Selama Ramadan 2026, sejumlah warga mengaku kecewa dengan menu yang mereka terima.

Keluhan itu ramai setelah video dan tangkapan layar percakapan beredar di Facebook serta grup WhatsApp.

Isinya memperlihatkan paket MBG yang dibagikan kepada masyarakat.

Dalam salah satu video, seorang pria membuka bungkusan plastik berisi telur rebus, roti, dan tiga butir kurma kecil.

Unggahan lain menunjukkan menu yang tak jauh berbeda—telur rebus, roti, dan kacang tanah dalam kemasan sederhana.

Yang lebih disorot, paket untuk ibu hamil dan ibu menyusui disebut hanya berisi satu buah jeruk, roti, dan kue kecil.

Ada juga yang menerima susu kemasan kecil, kacang tanah sangrai, serta satu buah belimbing.

Baca juga: Hukum Sering Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa Ramadhan, Batal atau Tidak?

Perbedaan dan isi menu tersebut memicu komentar pedas di media sosial. Sejumlah akun mempertanyakan kualitas dan kelayakan program itu.

“(Menu MBG) makin parah,” tulis akun bernama Yuyun dalam unggahannya, Selasa (24/2/2026).

Komentar lain bahkan lebih keras. Ada yang menuding program tersebut berpotensi menjadi celah penyimpangan.

“Maling berkedok gizi,” tulis seorang warganet. Yang lain menimpali, “Semakin ngaco MBG ya.”

Warga mempertanyakan apakah menu yang dibagikan benar-benar memenuhi standar kecukupan gizi, apalagi program ini menyasar bukan hanya pelajar, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menjelaskan rincian anggaran MBG.

Untuk porsi kecil senilai Rp13.000, alokasi anggarannya terdiri dari Rp2.000 untuk sewa tempat dan fasilitas, Rp3.000 untuk operasional seperti upah relawan, listrik, dan transportasi, serta Rp8.000 untuk bahan baku makanan.

Porsi ini diperuntukkan bagi PAUD, TK, siswa SD kelas 1-3, serta balita.

Sementara porsi besar senilai Rp15.000 dialokasikan Rp2.000 untuk sewa, Rp3.000 untuk operasional, dan Rp10.000 untuk bahan baku. Porsi ini ditujukan bagi siswa SD kelas 4-6, SMP, SMA/SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui.

(Tribunpriangan.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved