Berita Internasional
Trump Berapi-api di Pidato Kenegaraan, Soroti Ekonomi, Tarif, dan Imigrasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan yang panjang dan penuh semangat
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Trump Berapi-api di Pidato Kenegaraan, Trump Soroti Ekonomi, Tarif, dan Imigrasi
SERAMBINEWS.COM- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan yang panjang dan penuh semangat pada Selasa malam (24/2/2026).
Dalam pidatonya, Trump memuji apa yang ia sebut sebagai “perubahan besar yang akan dikenang sepanjang masa” dan menegaskan bahwa Amerika Serikat sedang berada di jalur kemenangan.
Dilansir melalui BBC News (25/2/2026), pidato ini disampaikan di tengah kondisi politik yang tidak sepenuhnya menguntungkan bagi Trump.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap arah negara dan kepemimpinannya masih rendah, dengan tingkat persetujuan berada di kisaran 40 persen.
Baca juga: Trump Pilih Diplomasi, Tapi Tegas: Iran ‘Tak Akan Pernah’ Miliki Nuklir
Namun alih-alih menawarkan perubahan kebijakan besar, Trump lebih memilih menyampaikan pesan optimisme dan patriotisme kepada para pendukungnya, sekaligus melontarkan sindiran kepada lawan politik, khususnya Partai Demokrat.
Sejak awal, pidato Trump dikemas dengan gaya teatrikal. Ia menyapa tim hoki es putra Olimpiade AS yang hadir di ruang sidang, memicu sorak sorai “USA!” dari pendukung Partai Republik.
Trump juga memberikan penghormatan kepada sejumlah tokoh yang ia sebut sebagai pahlawan nasional, mulai dari veteran Perang Dunia II berusia 100 tahun hingga anggota Penjaga Pantai yang menyelamatkan ratusan korban banjir di Texas.
Dalam pidatonya, Trump kembali mengulang klaim-klaim keberhasilan ekonomi.
Baca juga: 12 Jet Tempur AS Mendarat di Israel, Trump Gelar Rapat Bahas Serangan Terhadap Iran
Ia menyebut pendapatan warga meningkat, pasar saham menguat, harga bensin menurun, inflasi terkendali, serta jumlah migran ilegal yang melintasi perbatasan selatan menurun drastis. “Negara kita kembali menang,” tegasnya.
Meski demikian, pidato hampir dua jam tersebut minim kebijakan baru.
Beberapa ide yang disinggung antara lain rencana rekening tabungan pensiun bagi pekerja, skema bantuan langsung untuk premi asuransi kesehatan, hingga kerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan terkait penyediaan listrik.
Trump juga kembali menegaskan dukungannya terhadap kebijakan tarif impor, meskipun sebelumnya banyak tarif dibatalkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Baca juga: Trump Klaim Iran Kembangkan Rudal yang Bisa Ancaman AS dan Eropa
Dalam sidang tersebut, Trump sempat berjabat tangan dengan Ketua Mahkamah Agung John Roberts, meski suasana tampak kaku.
Isu imigrasi kembali menjadi sorotan tajam.
| Ada-ada Saja! Keluarga di Cina Kuburkan Jasad Pria Lansia bersama Mobil Mercy |
|
|---|
| Iran Tolak Dialog dengan AS, Upaya Mediasi Pakistan Terancam Gagal |
|
|---|
| Paus Leo Kecam ‘Para Tiran’ dan Serukan Perdamaian Saat Kunjungan ke Kamerun |
|
|---|
| AS Tembaki Kapal Iran di Teluk Oman, Ketegangan Memuncak di Tengah Blokade Maritim |
|
|---|
| Kobaran Api Melahap 1.000 Rumah Apung di Sabah Malaysia, 9 Ribu Warga Desa Air Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Daftar-proyek-Donald-Trump-di-Indonesia.jpg)