33 Istilah dan Kode Makanan Mengandung Babi, Umat Islam Wajib Tahu Sebelum Membeli
Komposisi pada kemasan sering kali ditulis dalam bahasa asing atau menggunakan istilah teknis yang tidak selalu mudah dipahami.
SERAMBINEWS.COM – Di tengah banyaknya produk impor yang beredar di pusat perbelanjaan, memahami istilah dan kode makanan mengandung babi menjadi hal yang makin penting, khususnya bagi umat Islam.
Komposisi pada kemasan sering kali ditulis dalam bahasa asing atau menggunakan istilah teknis yang tidak selalu mudah dipahami.
Padahal dalam Islam, memilih makanan bukan sekadar soal rasa. Ada aturan jelas yang harus dipatuhi. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 168, Allah SWT memerintahkan manusia untuk memakan yang halal dan baik, serta menjauhi langkah-langkah setan.
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِی ٱلۡأَرۡضِ حَلَـٰلࣰا طَیِّبࣰا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِینٌ
Yā ayyuhan-nāsu kulū mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibā(n), wa lā tattabi‘ū khuṭuwātiš-šaiṭān(i), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu".
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa makanan yang dikonsumsi adalah bagian dari ketaatan. Salah satu yang secara tegas diharamkan adalah babi. Namun dalam praktiknya, kandungan babi tidak selalu tertulis gamblang.
Ada sejumlah istilah yang kerap muncul dalam daftar komposisi, seperti pork, porcine, lard (lemak babi), bacon, ham, hingga gelatin yang bisa saja berasal dari babi.
Beberapa produk juga mencantumkan enzim tertentu tanpa penjelasan rinci asal bahannya. Jika tidak teliti, konsumen bisa terkecoh karena istilah tersebut ditulis dalam bahasa asing.
Selain itu, ada pula yang perlu mencermati kode E pada makanan. Tidak semua kode E bermasalah karena banyak yang berasal dari bahan nabati atau sintetis.
Namun, sebagian kode bisa saja bersumber dari hewan, termasuk babi, seperti gelatin atau emulsifier tertentu. Karena itu, konsumen tidak cukup hanya melihat angka kodenya, tetapi juga perlu memastikan sumber bahan dan sertifikasi halalnya.
Baca juga: Jangan Terlewat! Ini 4 Amalan Hari Jumat Kedua di Bulan Ramadhan, Penuh Pahala dan Ampunan
Produk dengan label non halal biasanya mencantumkan keterangan secara jelas bahwa makanan tersebut tidak diperuntukkan bagi konsumen Muslim.
Di tengah maraknya produk global, kebiasaan memeriksa label menjadi bentuk tanggung jawab pribadi.
Mengetahui daftar istilah, nama, dan kode makanan yang berpotensi mengandung babi membantu umat Islam lebih berhati-hati dalam memilih produk.
Dengan pemahaman yang baik, perintah untuk mengonsumsi makanan halal dan baik dapat dijalankan secara konsisten sesuai ajaran Islam.
Daftar istilah kandungan babi pada makanan
1. PIG: Istilah umum untuk seekor babi muda, berat kurang dari50 kg.
| Ihya Ulumuddin Soroti Jauhnya Akses Berobat Warga Simeulue, Minta Pembangunan RS Regional Dipercepat |
|
|---|
| Wabup Aceh Selatan Bersama Dandim Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Bailey |
|
|---|
| Petugas dan Warga Binaan LP Kualasimpang Ikrar Bersih Barang Ilegal |
|
|---|
| Ratusan Karyawan PTPN IV Regional VI Cot Girek Tuntut Kepastian Hukum HGU dan Jaminan Keamanan Kerja |
|
|---|
| Penyeberangan Sabang-Banda Aceh Besok Dilayani Tiga Trip Kapal Feri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/33-Istilah-dan-Kode-Makanan-Mengandung-Babi.jpg)