Jumat, 17 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Nasional

Serangan yang sama juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 108 orang tewas di sebuah sekolah di Iran selatan.

Editor: Faisal Zamzami
X/Twitter
Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel. 

Ringkasan Berita:
  • Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
  • Kantor berita Tasnim dan Fars News Agency menyebutkan Khamenei meninggal dunia, namun belum merinci kronologi maupun lokasi pasti insiden tersebut.
  • Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung nasional serta tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemimpin tertinggi tersebut.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Kantor berita Tasnim dan Fars News Agency menyebutkan Khamenei meninggal dunia, namun belum merinci kronologi maupun lokasi pasti insiden tersebut.

Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung nasional serta tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemimpin tertinggi tersebut.

Sebelumnya, laporan The New York Times mengungkap citra satelit dari Airbus Defence and Space yang memperlihatkan kerusakan parah di kompleks Beit-e Rahbari di Teheran setelah serangan pada Sabtu (28/2/2026).

Bangunan utama di kompleks tersebut dilaporkan hancur total.

Beit-e Rahbari dikenal sebagai kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus lokasi strategis untuk menerima pejabat senior negara. Berdasarkan foto udara yang dianalisis para ahli, struktur bangunan dan perimeter keamanan di sekitarnya tampak rata dengan tanah.

Pola kawah dan dampak ledakan disebut konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster), yakni senjata yang dirancang untuk menembus beton bertulang dan menghancurkan fasilitas bawah tanah.

Selain Khamenei, media pemerintah Iran melaporkan putri, menantu, dan cucunya turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Serangan yang sama juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 108 orang tewas di sebuah sekolah di Iran selatan.

Secara keseluruhan, korban jiwa disebut mencapai sedikitnya 201 orang yang tersebar di 24 provinsi.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Februari melalui media sosial menyatakan bahwa Khamenei meninggal dunia setelah serangan militer besar-besaran oleh AS dan Israel.

Pernyataan tersebut mengindikasikan Washington mengklaim telah mengonfirmasi kematian itu dalam operasi gabungan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut terdapat banyak tanda bahwa Khamenei tidak lagi hidup.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC menyatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, Khamenei masih hidup.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved