AS dan Israel Serang Iran
Oman Satu-satunya Negara Teluk yang tak Diserang Iran, Mengapa?
Di tengah eskalasi besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Oman menjadi satu-satunya anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC)
Ringkasan Berita:
- Di tengah eskalasi besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Oman menjadi satu-satunya anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang hingga kini tidak diserang Iran.
- Zein Basravi dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha bahwa seluruh negara GCC kecuali Oman telah menjadi sasaran dalam gelombang serangan terbaru Iran.
SERAMBINEWS.COM - Ketika rudal dan drone menghantam sejumlah negara Teluk, satu nama justru menonjol karena tidak tersentuh serangan: Oman.
Di tengah eskalasi besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Oman menjadi satu-satunya anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang hingga kini tidak diserang Iran.
Zein Basravi dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha bahwa seluruh negara GCC — kecuali Oman — telah menjadi sasaran dalam gelombang serangan terbaru Iran.
Diplomasi Damai yang Terancam
Selama bertahun-tahun, Oman dikenal sebagai penghubung senyap antara Iran dan Barat.
Negara ini memainkan peran sentral dalam pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS, termasuk yang berlangsung di Oman dan Jenewa.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, bahkan sempat menyuarakan optimisme pada Jumat lalu. Ia menyebut kedamaian berada “dalam jangkauan” setelah Iran disebut sepakat tidak akan menimbun uranium yang diperkaya, sebuah terobosan besar dalam diplomasi regional.
Namun hanya beberapa jam kemudian, serangan Israel dan AS mengguncang Iran. Jalur diplomasi pun runtuh.
Albusaidi menyatakan kekecewaannya atas pecahnya kekerasan dan secara terbuka mendesak Washington agar tidak terjebak dalam konflik lebih luas.
“Ini bukan perang Anda,” tegasnya.
Kini, pembicaraan yang sebelumnya menjanjikan dinyatakan mati dan terkubur oleh dentuman rudal.
Doha Berguncang, Rudal Patriot Menderu
Di Doha, suara ledakan terdengar berkali-kali. Basravi melaporkan setidaknya selusin ledakan dalam beberapa jam terakhir, yang diduga merupakan sistem pertahanan Patriot mencegat rudal Iran yang masuk.
Iran sendiri menyatakan bahwa semua aset AS di kawasan kini dianggap target sah.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim seluruh target militer AS dan Israel di Timur Tengah telah dihantam “pukulan kuat rudal”.
“Operasi ini akan berlanjut tanpa henti hingga musuh dikalahkan secara telak,” tegas pernyataan mereka.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, mengatakan Iran hanya menggunakan haknya untuk membela diri.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam surat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekjen Antonio Guterres, menyatakan Iran akan terus bertindak tegas sampai agresi berhenti sepenuhnya.
Gelombang Serangan ke Negara Teluk
Uni Emirat Arab
Di Uni Emirat Arab, satu orang dilaporkan tewas di Abu Dhabi setelah beberapa rudal dicegat.
Kebakaran juga terjadi di kawasan Palm Jumeirah, Dubai, setelah serangkaian ledakan terdengar sepanjang hari.
Bahrain
Bahrain melaporkan markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Manama menjadi target serangan. Pemerintah menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan”.
Rekaman yang beredar menunjukkan drone Shahed menghantam bangunan di dekat markas tersebut.
Kuwait
Di Kuwait, Pangkalan Udara Ali al-Salem diserang rudal balistik, namun seluruhnya diklaim berhasil dicegat. Drone juga menargetkan Bandara Internasional Kuwait, menyebabkan luka ringan dan kerusakan material.
Qatar
Qatar menggagalkan seluruh rudal yang masuk sebelum mencapai wilayahnya. Radar peringatan dini di Qatar utara menjadi sasaran, namun tidak ada korban dilaporkan.
Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa negaranya selalu menjauh dari konflik regional.
Arab Saudi
Arab Saudi menyatakan serangan yang menargetkan Riyadh dan wilayah timur berhasil dihalau. Riyadh menegaskan wilayahnya tidak pernah diizinkan digunakan untuk menyerang Iran.
Irak
Di Irak, Bandara Erbil di wilayah Kurdi menjadi sasaran dua kali serangan drone. Serangan juga menghantam Jurf al-Nasr dan markas Kataib Hizbullah di barat daya Baghdad.
Kelompok tersebut memperingatkan akan segera menyerang pangkalan Amerika sebagai balasan.
Ancaman Selat Hormuz dan Krisis Energi
Negara-negara Teluk seperti Qatar, Kuwait, Bahrain, dan UEA menutup sementara wilayah udara mereka.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris juga melaporkan kapal-kapal menerima pesan tentang kemungkinan penutupan Selat Hormuz — jalur vital ekspor minyak dunia yang menghubungkan produsen besar seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan UEA dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, dampaknya bisa mengguncang pasar energi global.
Oman: Netral atau Strategis?
Di tengah kobaran konflik, Oman berdiri sebagai pengecualian. Negara ini selama ini dikenal menjaga hubungan baik dengan semua pihak Iran, AS, maupun negara Teluk lainnya.
Apakah posisi netral dan diplomatis Oman menjadi alasan Iran tidak menyentuhnya?
Atau ini hanya soal waktu sebelum konflik meluas lebih jauh?
Yang pasti, di tengah langit Teluk yang dipenuhi rudal, Muscat untuk sementara masih dalam ketenangan yang rapuh.(*)
negara oman
Iran Targetkan Negara-negara Teluk
negara-negara Teluk
negara Teluk
Iran Gempur Negara-negara Teluk
Serambinews.com
Serambinews
| Ponsel Eks Panglima Israel Dibobol, 19.000 Data Rahasia Dijebol Kelompok Peretas Pro-Iran |
|
|---|
| Rusia Raup Untung Besar dari Penutupan Selat Hormuz, Minyaknya Terjual Laris Dua Kali Lipat |
|
|---|
| Iran Tegas Lebanon Harus Masuk dalam Perjanjian Gencatan Senjata dengan AS-Israel |
|
|---|
| Iran Tutup Total Selat Hormuz, Tanker Minyak Putar Balik |
|
|---|
| Israel Bantai 254 Warga Lebanon dalam 10 Menit Serangan setelah AS-Iran Setujui Gencatan Senjata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Oman-i0jikl.jpg)