Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Israel vs Iran

Perang Iran Memanas, Pasar Saham Dunia Bergejolak! Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam

Pasar keuangan global masih mengalami gejolak seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menguasai sepenuhnya Selat Hormuz (Strait of Hormuz), jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi global.(Foto AlJazeera) 

Perang Iran Memanas, Pasar Saham Dunia Bergejolak! Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam

SERAMBINEWS.COM- Pasar keuangan global masih mengalami gejolak seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan.

 Kondisi ini memengaruhi pergerakan pasar saham di berbagai negara serta harga energi dunia, khususnya minyak dan gas.

Dilansir melalui BBC News, pada perdagangan Rabu (5/3/2026), pasar saham di Inggris dan Amerika Serikat mulai menunjukkan kenaikan setelah sempat mengalami penurunan selama dua hari sebelumnya.

 Indeks saham utama di Inggris, FTSE 100, yang berisi perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di London, kembali menguat bersama sejumlah indeks saham utama di Amerika dan Eropa.

Baca juga: Iran akan Targetkan Reaktor Nuklir Dimona Jika As dan Israel Berupaya Menggulingkan Rezim

Namun situasinya berbeda di Asia. Sejumlah indeks saham di kawasan tersebut justru terus melemah untuk hari ketiga berturut-turut.

 Kekhawatiran terhadap ketidakstabilan pasokan energi menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar saham Asia, karena banyak negara di kawasan ini bergantung pada impor minyak dan gas dari Timur Tengah.

Di sisi lain, harga minyak dan gas masih bergerak tidak stabil.

Meskipun sempat turun pada Rabu, harga energi tersebut tetap jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik dimulai.

 Lonjakan harga ini terjadi setelah jalur pelayaran penting di Timur Tengah mengalami gangguan akibat meningkatnya ketegangan militer.

Baca juga: Sempat Dikabarkan Syahid, Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup

Salah satu jalur yang paling terdampak adalah Selat Hormuz, yang merupakan jalur pengiriman energi paling sibuk di dunia. 

Sekitar 20 persen minyak dan gas global biasanya melewati selat sempit tersebut.

Namun lalu lintas kapal di kawasan ini hampir sepenuhnya terhenti setelah Iran mengancam akan menyerang kapal yang melintas.

Data dari Lloyd’s List Intelligence menyebutkan sekitar 200 kapal tanker minyak saat ini tertahan di sekitar wilayah tersebut.

Selain itu, premi asuransi kapal juga melonjak tajam, terutama untuk kapal yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat, Inggris, atau Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved