Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Konflik Israel vs Iran

Konflik Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis dan Pasar Saham Dunia Rontok!

Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus 110 dolar AS per barel, sementara pasar saham global

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Gemini Ai
Illustrasi- Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus 110 dolar AS per barel, sementara pasar saham global mengalami penurunan signifikan (9/3/2026). 

Konflik Iran Memanas, Harga Minyak Melonjak Drastis dan Pasar Saham Dunia Rontok!

SERAMBINEWS.COM- Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus 110 dolar AS per barel, sementara pasar saham global mengalami penurunan signifikan.

Dilansir melalui BBC News (9/3/2026), kondisi ini dipicu oleh meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi global, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026), harga minyak mentah Brent tercatat naik hampir 24 persen menjadi sekitar 114,74 dolar AS per barel.

 Sementara itu, harga minyak mentah jenis Nymex light sweet melonjak lebih dari 26 persen hingga mencapai 114,78 dolar AS per barel.

Baca juga: Akhirnya Iran Resmi Lahirkan “Khamenei Baru” di Tengah Invasi AS dan Israel

Kenaikan tajam harga minyak ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan udara baru ke sejumlah wilayah di Iran selama akhir pekan.

Serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas strategis, termasuk depot minyak.

Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi dari kawasan Teluk.

Di saat yang sama, Iran juga mengumumkan perubahan penting dalam kepemimpinan negara.

Mojtaba Khamenei ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Baca juga: AS Kecewa Terhadap Israel Usai Gempur 30 Pangkalan Minyak Iran, Dinilai Berisiko Jadi Bumerang

Penunjukan tersebut menunjukkan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali politik di negara tersebut di tengah konflik yang terus memanas.

Ketegangan yang meningkat membuat jalur pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti.

Selat sempit ini merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia, karena sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati wilayah tersebut.

Dampak konflik ini langsung terasa di pasar saham Asia.

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun lebih dari 7 persen, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong melemah lebih dari 3 persen.

Baca juga: Trump Sebut Pemimpin Tertinggi Baru Iran tak Akan Bertahan Lama Tanpa Persetujuan AS

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved