AS dan Israel Serang Iran
Teluk Kian Panas, Kedubes AS di Riyadh Minta Karyawan Pergi, 32 Orang Luka Kena Drone di Bahrain
Situasi keamanan di kawasan Teluk semakin memanas. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan keberangkatan pegawai pemerintah non-darurat
SERAMBINEWS.COM – Situasi keamanan di kawasan Teluk semakin memanas. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan keberangkatan pegawai pemerintah non-darurat serta anggota keluarga staf dari Arab Saudi karena meningkatnya risiko keselamatan.
Misi diplomatik AS menyatakan perintah tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya ancaman keamanan di kawasan, terutama setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari.
Menurut laporan media AS, ini merupakan pertama kalinya Departemen Luar Negeri mengeluarkan perintah keberangkatan wajib bagi stafnya di Arab Saudi sejak perang tersebut dimulai.
Baca juga: Trump Sebut Pemimpin Tertinggi Baru Iran tak Akan Bertahan Lama Tanpa Persetujuan AS
Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya serangan Iran yang menargetkan wilayah Arab Saudi.
Sebelumnya, otoritas Saudi melaporkan sedikitnya dua orang tewas setelah sebuah proyektil jatuh dan menghantam bangunan tempat tinggal di Al Kharj. Selain itu, pihak berwenang juga mengklaim berhasil menggagalkan sejumlah serangan rudal dan drone yang menargetkan ibu kota Riyadh serta beberapa pangkalan militer.
Sementara itu, di negara Teluk lainnya, Bahrain melaporkan puluhan korban akibat serangan pesawat tak berawak.
Kantor berita resmi Bahrain menyebutkan sebanyak 32 orang mengalami luka-luka setelah drone yang disebut berasal dari Iran menghantam kawasan Sitra, yang terletak di selatan ibu kota Manama.
Kementerian Kesehatan Bahrain menyatakan empat dari korban berada dalam kondisi kritis. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yang membutuhkan operasi medis segera.
| Italia Siap Kerahkan Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Perintah Tembak di Tempat Kapal Iran yang Memasang Ranjau di Selat Hormuz |
|
|---|
| Teheran Buka Pintu Negosiasi, Syaratnya AS Harus Dicabut Blokade di Selat Hormuz |
|
|---|
| 2.000 Kapal Terjebak di Selat Hormuz, Ribuan Pelaut Mulai Kelaparan di Tengah Blokade |
|
|---|
| Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Blokade Selat Hormuz Tetap Berlanjut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/drone-i9ijnmkl.jpg)