Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Profil Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Sangat Berpengaruh

Sebelum penunjukan ini, Mojtaba Khamenei telah lama dianggap sebagai kandidat kuat penerus ayahnya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026 

Dalam sejarah Iran modern, pergantian kepemimpinan tertinggi sebelumnya hanya terjadi sekali, yaitu pada tahun 1989 ketika Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal dunia dan digantikan oleh Ali Khamenei.

Dengan penunjukan Mojtaba Khamenei, Iran kini memasuki babak baru kepemimpinan di tengah situasi politik dan keamanan kawasan yang semakin kompleks.

 

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei, putra dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dikenal sebagai sosok yang sangat berpengaruh dalam lingkaran dalam rezim teokratis Iran, meski ia tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum, dikutip dari Al Jazeera.

Selama berpuluh-puluh tahun, Mojtaba membina hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang membuat posisinya kian kuat.

Naiknya pengaruh Mojtaba dipandang sebagai sinyal bahwa faksi garis keras tetap memegang kendali penuh pemerintahan Iran, sekaligus menutup peluang negosiasi dengan Barat dalam jangka pendek.

Sosok Tertutup dan Kontroversial

Mojtaba dikenal sangat tertutup.

Ia jarang memberikan pidato politik, khutbah Jumat, atau kuliah umum, sehingga banyak warga Iran bahkan belum pernah mendengar suaranya secara langsung.

Meski demikian, namanya terus disebut-sebut sebagai tokoh yang sedang naik daun dalam struktur kekuasaan negara.

Namun, namanya juga tak lepas dari kontroversi.

Para penentang, baik dari dalam maupun luar negeri, telah mengaitkan Mojtaba dengan tindakan keras terhadap demonstrasi di Iran.

Kubu reformis menuduhnya mencampuri Pemilu dan menggunakan pasukan Basij untuk menindak para demonstran dalam Gerakan Hijau 2009, yang muncul setelah pemilihan presiden kontroversial yang memenangkan Mahmoud Ahmadinejad.

Sejak itu, pasukan Basij menjadi tulang punggung tindakan keras pemerintah terhadap berbagai gelombang protes, termasuk demonstrasi nasional dua bulan lalu yang menurut laporan PBB menewaskan ribuan orang.

Baca juga: VIDEO Iran Tak Gentar Hadapi Serangan AS, Teheran Punya Amunisi Hingga 6 Bulan ke Depan

Hubungan Dekat dengan IRGC dan Dunia Bisnis

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved