Senin, 13 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

Harga minyak dunia dilaporkan melonjak tajam setelah Iran menunjuk pemimpin tertinggi yang baru di tengah konflik

Editor: Amirullah
Kompas.com
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global.

Harga minyak dunia dilaporkan melonjak tajam setelah Iran menunjuk pemimpin tertinggi yang baru di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran disebut memicu dampak luas ke berbagai negara.

Situasi semakin memanas setelah serangan militer dilaporkan menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah.

Tak lama setelah itu, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

Penunjukan tersebut ternyata langsung berdampak pada pasar energi global.

Dilansir dari The Guardian, data pasar menunjukkan harga minyak jenis Brent crude oil melonjak sekitar 17 persen hingga mencapai 108,77 dolar AS per barel.

Kenaikan ini tercatat sebagai lonjakan terbesar sejak awal tahun 2020.

Baca juga: 30 Pemuda Nagan Raya Dilatih Jadi Operator Dump Truck, Ini Pesan Kadisnakertrans

Sementara itu, harga West Texas Intermediate crude oil atau minyak mentah Amerika Serikat juga naik sekitar 18 persen menjadi 107,56 dolar AS per barel.

Kenaikan harga tersebut memicu kekhawatiran akan efek domino terhadap harga bahan bakar di berbagai negara.

Sejumlah investor disebut mulai mencermati stabilitas kawasan Timur Tengah setelah Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra kedua Ali Khamenei, resmi memimpin Iran.

Pelaku pasar menilai penunjukan tersebut berpotensi memperpanjang ketegangan antara Iran dengan negara-negara Barat.

Sebagai ulama yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kepemimpinan Mojtaba dinilai dapat mempertahankan sikap keras Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Bagi pelaku pasar energi, situasi ini meningkatkan risiko konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved