Konflik Amerika vs Iran
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
Harga minyak dunia dilaporkan melonjak tajam setelah Iran menunjuk pemimpin tertinggi yang baru di tengah konflik
Investor dan pedagang minyak pun mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan terhadap produksi maupun distribusi minyak global.
Ketidakpastian politik di kawasan tersebut akhirnya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga minyak dunia dalam waktu singkat.
Baca juga: Alhamdulillah! THR PNS 2026 Sudah Dicairkan Secara Bertahap, Cek Besaran dan Komponennya
Ketegangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan
Selain perubahan kepemimpinan Iran, lonjakan harga minyak juga dipicu oleh situasi di Strait of Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu titik terpenting dalam perdagangan energi dunia.
Konflik bermula pada 28 Februari 2026 ketika Israel, dengan dukungan militer Amerika Serikat, melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas strategis di Iran.
Operasi militer tersebut menargetkan berbagai kota penting seperti Teheran, Isfahan, dan Qom dengan ratusan pesawat tempur dan rudal jelajah.
Israel berasalasan serangan dilancarkan karena Iran tidak menunjukkan itikad cukup untuk memenuhi tuntutan utama Washington, terutama terkait penghentian total pengayaan uranium.
Sebaliknya, Iran tetap bersikukuh bahwa program nuklirnya bertujuan untuk kebutuhan energi sipil dan menolak tuntutan penghentian total sebagai syarat yang berlebihan.
Sebagai balasan, Iran segera melancarkan serangan balik menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Di tengah meningkatnya konfrontasi militer, Iran mengambil langkah strategis dengan menekan jalur perdagangan energi global.
Pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal komersial agar tidak melintas di Selat Hormuz.
Selat Hormuz dilaporkan dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari, atau hampir seperlima dari total perdagangan minyak global. Ketika jalur ini terganggu, pasar energi dunia biasanya langsung bereaksi.
Penutupan ini membuat pelaku pasar khawatir terhadap potensi gangguan pasokan minyak dalam jangka panjang.
Tanpa kepastian kapan jalur tersebut akan kembali normal, para pedagang minyak memperkirakan harga energi dapat terus mengalami tekanan naik.
Dengan situasi politik yang belum stabil dan kepemimpinan baru di Iran, pasar energi diperkirakan tetap volatile.
Analis teknikal Reuters memperkirakan lonjakan harga bahkan dapat melesat naik, tembus ke kisaran 120 dolar AS hingga 128 dolar AS atau sekitar Rp2.16 juta per barel dalam waktu dekat.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Pada Malam ke-20 Ramadhan: Mendapat Pahala Seperti Pahala Orang Mati Syahid
Dampak Langsung ke Ekonomi Global
Konflik Amerika vs Iran
Harga Minyak Naik
harga minyak mentah dunia
Harga Minyak
Serambi Indonesia
Ayatollah Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei
| Trump Mulai Frustrasi, Perang Iran Tak Berjalan Sesuai Rencana Gedung Putih |
|
|---|
| Arab Saudi Tolak Jet Tempur AS, Khawatir Operasi Trump Picu Serangan Iran, Ogah Jadi Tameng |
|
|---|
| Pantas Amerika Nyerah Lawan Iran, Ternyata Agen Rahasia CIA Ungkap Kekuatan Super Teheran |
|
|---|
| AS Gempur Fasilitas Militer Iran Usai Serangan di Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Diklaim Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Kapal Terancam Diserang jika Tak Patuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ayatollah-Mojtaba-Khamenei-anak-Ali-Khamenei-resmi-terpilih-menjadi-pemimpin-tertinggi-baru-Iran.jpg)