Sabtu, 11 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Dampak Perang Iran Mulai Terasa di Eropa, Harga Minyak Dunia Melonjak

Perang di Timur Tengah juga menyebabkan lonjakan besar harga minyak dunia, dengan harga per barel menembus di atas 100 dolar AS untuk

Editor: Ansari Hasyim
Kompas.com
IRAN VS AS-ISRAEL - Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026. (KOMPAS.com/FARS/HAMED JAFARNEJAD) 

Ringkasan Berita:
  • Pertemuan darurat negara-negara Group of Seven (G7) dijadwalkan berlangsung hari ini untuk membahas langkah-langkah penanganan krisis, termasuk kemungkinan melepaskan cadangan minyak strategis yang biasanya disimpan untuk kondisi darurat.
  • Masalah utama adalah hampir tertutupnya jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
  • Situasi ini menimbulkan ketidakpastian besar terhadap pasokan energi jangka pendek.

 

SERAMBINEWS.COM - Perang di Timur Tengah juga menyebabkan lonjakan besar harga minyak dunia, dengan harga per barel menembus di atas 100 dolar AS untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Pertemuan darurat negara-negara Group of Seven (G7) dijadwalkan berlangsung hari ini untuk membahas langkah-langkah penanganan krisis, termasuk kemungkinan melepaskan cadangan minyak strategis yang biasanya disimpan untuk kondisi darurat.

Masalah utama adalah hampir tertutupnya jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia. 

Situasi ini menimbulkan ketidakpastian besar terhadap pasokan energi jangka pendek.

Pasukan Garda Revolusi Iran bahkan mengancam akan “membakar” kapal tanker Barat yang mencoba melewati selat tersebut. 

Ratusan kapal yang membawa minyak dan gas alam cair kini menumpuk di kedua ujung jalur itu.

Baca juga: Iran Lindungi Fasilitas Nuklirnya dengan Granit di Dasar Gunung, Amankan Uranium yang Diperkaya

Untuk pertama kalinya sejak perang pecah, dampak gangguan tersebut terlihat jelas di pasar energi ketika harga minyak Brent Crude Oil melonjak hampir 24 persen.

Harga minyak bahkan naik 10 persen hanya dalam satu menit, lalu kembali naik 10 persen dalam 15 menit berikutnya, sehingga melampaui 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Akibatnya, harga bahan bakar di SPBU diperkirakan juga akan naik, karena kenaikan harga minyak mulai dirasakan oleh konsumen.

Dampak Perang Mulai Terasa di Eropa

Di Eropa, dampak konflik juga mulai terasa. Presiden European Commission, Ursula von der Leyen, mengatakan kenaikan harga energi dan serangan terhadap sekutu NATO sudah menjadi kenyataan.

“Kita sekarang menyaksikan konflik regional dengan konsekuensi yang tidak diinginkan. Dampak limpahannya sudah terjadi hari ini,” katanya kepada para duta besar Uni Eropa.

Ia menyebut warga sipil menjadi korban di tengah konflik, sementara para mitra Eropa juga diserang. Contohnya adalah drone buatan Iran yang menghantam pangkalan Inggris di Siprus, gangguan perdagangan, serta meningkatnya pengungsian.

Walaupun Iran belum secara resmi menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran di kawasan tersebut hampir sepenuhnya berhenti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved