Berita Internasional
Konflik Iran Kian Membara, Bisa Ubah Peta Kekuatan dan Ekonomi Dunia?
Perang yang melibatkan Iran kini disebut berada di titik persimpangan penting yang dapat menentukan arah stabilitas
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Konflik Iran Kian Membara, Bisa Ubah Peta Kekuatan dan Ekonomi Dunia?
SERAMBINEWS.COM – Perang yang melibatkan Iran kini disebut berada di titik persimpangan penting yang dapat menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun ke depan.
Konflik yang terus berkembang tidak hanya berdampak pada Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga mulai memengaruhi negara-negara Teluk yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan dan investasi global.
Dikutip Serambinews melalui kantor berita Al jazeera (12/3/2026), kota-kota seperti Dubai, Doha, dan Manama selama dua dekade terakhir dibangun dengan konsep stabilitas ekonomi yang menarik investasi asing.
Namun, meningkatnya ketegangan regional membuat model ekonomi tersebut kini menghadapi tekanan.
Baca juga: AS-Israel Nyerang Duluan, DK PBB Malah Desak Iran Hentikan Serangan, Rusia dan China Protes Tak Adil
Pembatasan wilayah udara dan konflik yang meluas memaksa sejumlah maskapai penerbangan mengubah rute atau bahkan menghentikan penerbangan untuk sementara.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi investor internasional yang selama ini menanamkan modal di kawasan Teluk.
Bandara di beberapa negara dilaporkan beroperasi dengan kapasitas terbatas, sementara maskapai penerbangan memindahkan sebagian armadanya demi alasan keamanan.
Bahkan, Bahrain dilaporkan menempatkan sejumlah pesawat sipil di luar negeri sebagai langkah pencegahan.
Selama bertahun-tahun, keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dianggap sebagai faktor yang mampu menahan agresi Iran sekaligus melindungi sekutu Washington.
Baca juga: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 Usai Serangan Udara AS-Israel
Namun, situasi perang saat ini memunculkan pertanyaan baru mengenai apakah pangkalan tersebut masih berfungsi sebagai pelindung atau justru menjadi bagian dari sumber ketegangan keamanan.
Untuk memahami situasi saat ini, banyak analis melihat kembali peristiwa pada tahun 2020 ketika Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, memerintahkan serangan yang menewaskan komandan Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani, di Baghdad.
Peristiwa tersebut dianggap sebagai titik balik dalam hubungan antara Washington dan Teheran.
Setelah kematian Soleimani, Iran menjadi lebih berhati-hati dalam menghadapi Amerika Serikat dan cenderung menghindari konfrontasi langsung.
Meski demikian, Iran tetap memperkuat kemampuan militernya dengan meningkatkan produksi rudal dan teknologi drone.
| Update Perang Iran Hari ke 38: Ultimatum 24 Jam Donald Trump Ancam Infrastruktur Iran |
|
|---|
| Trump Ancam ‘Neraka’ untuk Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz di Tengah Memanasnya Perang |
|
|---|
| Biadab! Israel Kembali Serang RS di Gaza, Sudah 2.073 Langgar Gencatan Senjata |
|
|---|
| AS Kecele, Ternyata Iran Masih Sangat Tangguh dan Miliki Banyak Rudal, Terungkap dari Data Intelijen |
|
|---|
| Trump Mengamuk! Isu Pemecatan Massal Kabinet AS Menguat di Tengah Gejolak Perang Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iran-meluncurkan-sekitar-10-rudal-berat-dalam-serangan-udara-terbarunya-terhadap-Israel.jpg)