Kamis, 23 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Diduga Targetkan Daratan AS untuk Serangan Balasan

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama setelah operasi militer

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengeluarkan peringatan kepada aparat kepolisian di negara bagian California terkait dugaan rencana serangan drone oleh Iran ke wilayah Pantai Barat Amerika Serikat.
  • Peringatan tersebut dilaporkan sebagai kemungkinan aksi balasan atas serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.
  • Dalam dokumen peringatan diedarkan pada akhir Februari 2026, FBI menyebutkan bahwa pihaknya memperoleh informasi mengenai dugaan rencana tersebut sejak awal Februari.

 

 

SERAMBINEWS.COM, CALIFORNIA — Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan kepada aparat kepolisian di negara bagian California terkait dugaan rencana serangan drone oleh Iran ke wilayah Pantai Barat Amerika Serikat.

Peringatan tersebut dilaporkan sebagai kemungkinan aksi balasan atas serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh ABC News pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam dokumen peringatan yang diedarkan pada akhir Februari 2026, FBI menyebutkan bahwa pihaknya memperoleh informasi mengenai dugaan rencana tersebut sejak awal Februari.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Iran diduga berencana melakukan serangan mendadak menggunakan drone yang diluncurkan dari kapal yang tidak teridentifikasi di lepas pantai daratan Amerika Serikat.

Meski demikian, FBI menyatakan belum memiliki rincian lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan, metode yang akan digunakan, target spesifik, maupun pihak yang secara langsung akan melaksanakan serangan tersebut.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama setelah operasi militer yang dilancarkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran.

Selama konflik berlangsung, Iran diketahui melancarkan sejumlah serangan balasan menggunakan drone dan rudal terhadap berbagai target di kawasan Timur Tengah. 

Namun, seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa pemboman selama 12 hari yang dilakukan oleh AS dan Israel diyakini telah secara signifikan melemahkan kemampuan Iran untuk melancarkan serangan langsung ke daratan Amerika.

Juru bicara kantor FBI di Los Angeles menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Hingga saat ini pihak Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan resmi.

Baca juga: Awal Mula Tercipta Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Modern Iran dan Hizbullah

Ancaman Drone dari Perbatasan Meksiko

Selain ancaman dari Iran, badan intelijen Amerika Serikat juga menyoroti meningkatnya penggunaan teknologi drone oleh kartel narkoba di Meksiko.

Pihak keamanan khawatir teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyerang personel militer maupun aparat penegak hukum Amerika Serikat yang bertugas di wilayah perbatasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved