Konflik Amerika vs Iran
Iran Diduga Targetkan Daratan AS untuk Serangan Balasan
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama setelah operasi militer
Dalam sebuah buletin intelijen yang diterbitkan pada September 2025 disebutkan bahwa terdapat laporan mengenai pemimpin kartel yang mengizinkan penggunaan drone pembawa bahan peledak untuk melancarkan serangan.
Serangan semacam ini, jika benar terjadi di wilayah Amerika Serikat, akan menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, meskipun dinilai sebagai skenario yang mungkin terjadi.
Respons Pemerintah California
Menanggapi situasi ini, kantor Gubernur California, Gavin Newsom, menyatakan telah melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga keamanan.
Kantor Layanan Darurat Gubernur disebutkan tengah bekerja sama dengan pejabat keamanan tingkat negara bagian, lokal, dan federal untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat.
Sementara itu, Departemen Sheriff Los Angeles juga menyatakan tetap berada dalam tingkat kesiagaan tinggi dengan meningkatkan patroli di rumah ibadah, institusi budaya, serta lokasi-lokasi penting lainnya sebagai langkah antisipasi.
Mantan Kepala Intelijen Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, John Cohen, menilai langkah FBI mengeluarkan peringatan dini merupakan tindakan yang tepat agar aparat keamanan lokal dapat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ancaman.
Menurut Cohen, Iran diketahui memiliki jaringan dan hubungan di wilayah Meksiko dan Amerika Selatan, serta memiliki teknologi drone yang dapat dimanfaatkan untuk melancarkan serangan.
Hingga saat ini, pejabat intelijen Amerika Serikat masih terus memantau kemungkinan adanya peralatan tempur Iran yang telah ditempatkan sebelumnya, baik di darat maupun di kapal laut, seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
| Iran Ancam Balas AS usai Kapal Disita di Selat Hormuz, Dunia Waspada Krisis Baru |
|
|---|
| Intelijen AS: Iran Masih Miliki 40–60 Persen Drone dan Rudal Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata |
|
|---|
| Jelang Akhir Gencatan Senjata, Iran Klaim Stok Rudalnya Lampaui Level Pra-Perang |
|
|---|
| Lebih dari 20 Kapal Tembus Selat Hormuz, Satu Kapal Tanker LPG Menuju Indonesia |
|
|---|
| Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan, Tegaskan Hak di Selat Hormuz dan Sindir Kebijakan AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasukan-Iran-menembakkan-rudal-dalam-latihan-militer-di-Pantai-Makran-Teluk-Oman-2022.jpg)