Kamis, 30 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Tentara Prancis Tewas dalam Serangan di Irak,  Sejumlah  Lainnya Terluka

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan bahwa seorang tentara Prancis tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah terjadi serangan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/anadoulu agency
TENTARA TEWAS - Macron menjelaskan bahwa pasukan Prancis berada di Irak sebagai bagian dari operasi internasional melawan kelompok ekstremis ISIS yang selama bertahun-tahun menjadi ancaman keamanan di kawasan tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Dalam pernyataannya, Macron menyebut korban tewas merupakan seorang kepala petugas surat perintah di militer Prancis yang bertugas di wilayah tersebut.
  • Serangan itu juga menyebabkan sejumlah prajurit Prancis lainnya terluka.

 

SERAMBINEWS.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan bahwa seorang tentara Prancis tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah terjadi serangan di wilayah Erbil, Irak, pada Kamis.

Dalam pernyataannya, Macron menyebut korban tewas merupakan seorang kepala petugas surat perintah di militer Prancis yang bertugas di wilayah tersebut.

Serangan itu juga menyebabkan sejumlah prajurit Prancis lainnya terluka.

Baca juga: Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Bantu Sekutu AS dan Israel Rontokkan Rudal Iran

Melalui unggahan di platform X (Twitter), Macron menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan para rekan seperjuangannya.

“Kepada keluarganya dan kepada saudara seperjuangannya, saya ingin menyampaikan seluruh kasih sayang dan solidaritas bangsa,” tulis Macron.

Ia menegaskan bahwa Prancis akan memberikan dukungan penuh kepada para prajurit yang terluka serta keluarga mereka.

“Beberapa tentara kami terluka. Prancis berdiri di sisi mereka dan bersama orang-orang yang mereka cintai,” tambahnya.

Macron menjelaskan bahwa pasukan Prancis berada di Irak sebagai bagian dari operasi internasional melawan kelompok ekstremis ISIS yang selama bertahun-tahun menjadi ancaman keamanan di kawasan tersebut.

Namun, Macron menegaskan bahwa konflik yang sedang berlangsung di kawasan, termasuk ketegangan yang berkaitan dengan Iran, tidak dapat dijadikan alasan untuk menyerang pasukan Prancis.

“Perang di Iran tidak dapat membenarkan serangan semacam itu,” tegasnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Otoritas militer Prancis dan Irak masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan pelaku di balik insiden yang terjadi di wilayah Kurdistan Irak itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved