Rabu, 22 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Sedang Memburu 11 Ribu Pasukan AS yang Bersembunyi di Negara Teluk

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah badan intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyerukan warga di berbagai negara

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Foto yang tidak terverifikasi ini memperlihatkan beberapa tentara Amerika ditawan pihak Iran dan sempat viral di media sosial. 

SERAMINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah badan intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyerukan warga di berbagai negara kawasan untuk melaporkan keberadaan tentara Amerika Serikat.

Menurut laporan kantor berita Tasnim News Agency, lembaga intelijen IRGC menyebut sekitar 11.000 tentara AS saat ini berada di sejumlah negara Timur Tengah dan banyak di antaranya bersembunyi di hotel-hotel maupun akomodasi pribadi.

Dalam pernyataan yang beredar, IRGC mengklaim Amerika Serikat berupaya “menggunakan saudara-saudara Arab sebagai perisai manusia.”

Baca juga: AS Kirim 5.000 Marinir ke Selat Hormuz, Trump Berambisi Rebut Pulau Minyak Iran

“Karena itu kami terpaksa mengidentifikasi dan menargetkan warga Amerika. Sebaiknya mereka tidak diberi tempat di hotel dan masyarakat diminta menjauh dari lokasi mereka,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

IRGC juga meminta masyarakat yang mengetahui lokasi pasukan Amerika untuk melaporkannya secara langsung kepada mereka. Informasi tersebut diminta dikirim melalui aplikasi pesan Telegram.

Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, yang dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di wilayah tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved