Senin, 8 Juni 2026

AS dan Israel Serang Iran

Prancis dan Italia Lobi Iran Agar Kapal Tankernya Bisa Lewat di Selat Hormuz

Prancis dan Italia dilaporkan mulai melobi Iran agar kapal tanker mereka bisa melintas dengan aman di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Google Maps
Peta Selat Hormuz. 
Ringkasan Berita:
  • Mengutip tiga sumber yang mengetahui proses tersebut, laporan itu menyebut langkah ini bertujuan membuka kembali jalur ekspor minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah yang sempat terganggu akibat meningkatnya konflik regional.
  • Namun, pembicaraan disebut masih berada pada tahap awal dan bersifat tentatif.

 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di kawasan Teluk memaksa negara-negara Eropa mengambil langkah diplomatik. 

Prancis dan Italia dilaporkan mulai melobi Iran agar kapal tanker mereka bisa melintas dengan aman di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Laporan Financial Times menyebutkan kedua negara Eropa tersebut telah membuka pembicaraan dengan Teheran untuk menegosiasikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal mereka yang melintas di selat strategis itu.

Mengutip tiga sumber yang mengetahui proses tersebut, laporan itu menyebut langkah ini bertujuan membuka kembali jalur ekspor minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah yang sempat terganggu akibat meningkatnya konflik regional.

Baca juga: Misteri 450 Kg Uranium Iran, Trump Tolak Usul Putin Pindahkan Uranium Iran ke Rusia

 Namun, pembicaraan disebut masih berada pada tahap awal dan bersifat tentatif.

Media Al Jazeera menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Sementara itu, laporan terpisah dari Reuters mengungkap bahwa Prancis juga tengah berupaya membentuk koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah situasi keamanan memungkinkan.

Dua pejabat Prancis yang dikutip Reuters mengatakan Paris telah berdiskusi dengan sejumlah negara di Eropa, Asia, serta kawasan Teluk Arab guna merancang skema pengawalan kapal tanker oleh kapal perang saat melewati selat tersebut.

Menurut lembaga riset ekonomi CESifo yang berbasis di Jerman, Selat Hormuz memegang peran vital bagi pasokan energi global. Pada 2024, sekitar 6,2 persen minyak mentah dan 8,7 persen gas alam cair (LNG) yang diimpor negara-negara di luar Uni Eropa melewati jalur sempit namun strategis ini.

Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya bisa langsung mengguncang pasar energi dunia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved