Sabtu, 18 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Tegaskan Kondisi Mojtaba Khamenei Baik-baik Saja, Bantah Terluka Kena Serangan AS

Pejabat Iran sendiri mengonfirmasi bahwa Mojtaba memang terluka, namun rincian lebih lanjut belum diungkapkan.

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa kondisi Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dalam keadaan baik, meskipun sebelumnya pejabat Amerika Serikat menyebutnya mengalami luka serius.

Pernyataan ini disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan Ayman Mohyeldin dari program MS NOW pada Sabtu (14/3/2026).

“Tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Dia mengirimkan pesannya kemarin, dan dia akan menjalankan tugasnya,” kata Araghchi, dikutip dari kantor berita AFP.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Jumat (13/3/2026) menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei diyakini mengalami luka serius dan kemungkinan cacat.

Pejabat Iran sendiri mengonfirmasi bahwa Mojtaba memang terluka, namun rincian lebih lanjut belum diungkapkan.

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, naik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, meninggal akibat serangan udara di awal perang antara AS-Israel melawan Iran.

Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah anggota keluarga penting. Sejak peristiwa itu, Mojtaba jarang muncul di publik.

Namun, pada Kamis (12/3/2026), ia merilis pernyataan tertulis.

Dalam pernyataan itu, Mojtaba menyebutkan bahwa istrinya, saudara perempuannya, anak dari saudara perempuannya, serta saudara iparnya turut menjadi korban serangan.

Ia bersumpah akan membalas kematian anggota keluarganya dan menegaskan bahwa Iran memiliki potensi untuk menimbulkan ketidakstabilan regional, termasuk dengan menekan pasokan minyak global dan memanfaatkan jaringan proksi.

Menurut Mohamad Elmasry, profesor di Doha Institute for Graduate Studies, pernyataan keras Hegseth kemungkinan ditujukan untuk audiens domestik AS.

“Hegseth jelas mencoba memproyeksikan rasa percaya diri dan kesuksesan untuk meyakinkan warga Amerika. Perang ini sangat tidak populer karena berdampak pada harga bahan bakar dan korban tentara AS,” ujar Elmasry kepada Al Jazeera.

Baca juga: AS Klaim Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru Mojtaba Khamenei Terluka Akibat Serangan

Mojtaba Khamenei Tak Tampil di Pidato Pertama, Ini 5 Poin Ucapannya

Pidato pertama Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran tidak menampilkan dirinya di layar kaca, Kamis (12/3/2026).

Mojtaba diangkat sebagai supreme leader untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dalam serangan Israel-Amerika Serikat (AS).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved