Senin, 11 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

200 Tentara AS Terluka dalam Dua Pekan Perang Iran, Sebagaian Besar Cedera Otak

Sekitar 200 anggota militer Amerika Serikat terluka dalam dua pekan pertama perang melawan Iran. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 personel belum

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/US Navy
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengerahkan sekitar 5.000 Marinir AS ke Selat Hormuz, salah satu jalur minyak paling vital di dunia, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat berubah menjadi perang darat berskala besar. 

Ringkasan Berita:
  • Informasi ini dikonfirmasi oleh juru bicara United States Central Command (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, kepada Washington Examiner pada Jumat.
  • Menurut Hawkins, sebagian besar korban luka terjadi pada akhir pekan pertama operasi militer. 
  • Namun jumlahnya terus bertambah karena beberapa jenis cedera, terutama cedera otak traumatis, sering kali tidak langsung menunjukkan gejala sehingga baru terdeteksi beberapa hari kemudian.

 

SERAMBINEWS.COM - Sekitar 200 anggota militer Amerika Serikat terluka dalam dua pekan pertama perang melawan Iran. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 personel belum diizinkan kembali bertugas karena masih menjalani pemulihan medis.

Informasi ini dikonfirmasi oleh juru bicara United States Central Command (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, kepada Washington Examiner pada Jumat.

Menurut Hawkins, sebagian besar korban luka terjadi pada akhir pekan pertama operasi militer. Namun jumlahnya terus bertambah karena beberapa jenis cedera, terutama cedera otak traumatis, sering kali tidak langsung menunjukkan gejala sehingga baru terdeteksi beberapa hari kemudian.

Dari total 200 tentara yang terluka, sekitar 170 orang telah kembali bertugas setelah mendapatkan perawatan medis.

“Sebagian besar sudah kembali bertugas,” kata Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine ketika ditanya wartawan dalam konferensi pers di Pentagon.

Baca juga: Dikenal Pusat Bisnis Dunia, Dubai Kini Menjelma jadi Kota Hantu di Tengah Perang AS–Israel vs Iran

Caine menjelaskan bahwa korban berasal dari berbagai lokasi penempatan militer AS, termasuk Kuwait, Jordan, dan sejumlah pangkalan di wilayah selatan Timur Tengah. Sebagian besar cedera disebabkan oleh serangan drone satu arah milik Iran.

Serangan Drone Mematikan

Pada hari-hari awal perang, sebuah drone serang menghantam pusat operasi militer AS di Kuwait, menewaskan enam tentara Amerika dan melukai beberapa lainnya.

Korban jiwa bertambah ketika seorang tentara AS lainnya tewas di Saudi Arabia dalam insiden terpisah.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan hampir 90 persen tentara yang terluka mengalami cedera ringan.

“Syukurlah sebagian besar cedera tergolong ringan dan mereka sudah kembali bertugas,” ujarnya.

Namun, pejabat Pentagon tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tentara yang mengalami cedera lebih serius.

Korban Terus Bertambah

Sebelumnya pada Selasa, Pentagon memperkirakan sekitar 140 tentara terluka, dengan 108 orang telah kembali bertugas. Data tersebut juga menyebut delapan tentara mengalami luka serius dan membutuhkan perawatan medis tingkat tinggi.

Situasi menjadi semakin suram setelah empat anggota militer AS tambahan tewas dalam insiden kecelakaan pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker pada Kamis. Hingga kini, dua awak lainnya masih dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Pihak United States Central Command menegaskan bahwa pesawat tersebut tidak jatuh akibat tembakan musuh maupun tembakan kawan. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

“Perang itu neraka,” kata Pete Hegseth. “Perang penuh kekacauan, dan seperti yang kita lihat dengan kecelakaan tragis pesawat tanker KC-135 kemarin, hal buruk bisa saja terjadi.”

Identitas para prajurit yang tewas dalam kecelakaan tersebut belum diumumkan, karena pihak militer masih menunggu proses pemberitahuan resmi kepada keluarga mereka.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved