Selasa, 21 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Krisis BBM Sri Lanka, ASN Kerja 4 Hari: Rabu Jadi Libur Demi Hemat Energi

Di Sri Lanka, pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa: menetapkan hari kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya empat hari dalam sepekan.

Editor: Amirullah
Image created by ChatGPT
KRISIS BBM SRI LANKA - Pemandangan krisis BBM Sri Lanka pada 2022 lalu. Sri Lanka secara resmi menetapkan setiap hari Rabu sebagai hari libur bagi instansi publik yang dimulai pada tanggal 18 Maret 2026 (Youtube France24) 

SERAMBINEWS.COM – Dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa jauh hingga ke Asia Selatan.

Di Sri Lanka, pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa: menetapkan hari kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya empat hari dalam sepekan.

Mulai kini, setiap Rabu dijadikan hari libur tambahan. Kebijakan ini bukan tanpa alasan pemerintah berupaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ancaman krisis energi.

Situasi ini disebut-sebut sebagai imbas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.

Melansir BBC, kebijakan tersebut diambil setelah muncul ancaman gangguan pasokan akibat lumpuhnya Selat Hormuz.

Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute paling vital bagi pengiriman minyak dunia, terutama ke kawasan Asia.

Data sebelumnya menunjukkan hampir 90 persen aliran minyak dan gas yang melintasi selat tersebut memang ditujukan untuk pasar Asia. Tak heran jika gangguan di sana langsung terasa ke berbagai negara, termasuk Sri Lanka.

Presiden Anura Kumara Dissanayake menegaskan, pemerintah harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Baca juga: Rudal Hantam Fasilitas LNG Qatar, Pasokan Energi Global Terancam Terguncang

Hal itu disampaikannya dalam rapat darurat bersama para pejabat senior pada Senin (16/3/2026).

Kebijakan empat hari kerja ini tidak hanya berlaku di kantor pemerintahan.

Sekolah dan universitas juga ikut menyesuaikan jadwal, meski layanan penting seperti sektor kesehatan dan imigrasi tetap berjalan seperti biasa.

Menariknya, pemerintah memilih hari Rabu sebagai tambahan libur, bukan Jumat. Tujuannya agar aktivitas pemerintahan tidak terhenti selama tiga hari berturut-turut.

Di luar pengurangan hari kerja, pemerintah juga memperketat distribusi BBM.

Warga kini diwajibkan mendaftar dalam sistem National Fuel Pass atau kartu kuota BBM nasional untuk mengatur pembelian bensin dan diesel.

Namun kebijakan ini memicu kegelisahan. Kuota yang diberikan dinilai terlalu kecil sekitar 15 liter untuk mobil pribadi dan 5 liter untuk sepeda motor.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved