Minggu, 19 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia Ambruk! Harga Anjlok Lebih dari 5 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada Kamis (19/3/2026), memperpanjang tren pelemahan hingga tujuh sesi berturut-turut.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS - Ilustrasi emas UBS, Galeri24 dan Antam generated by AI, Minggu (15/3/2026). Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada Kamis (19/3/2026), memperpanjang tren pelemahan hingga tujuh sesi berturut-turut. 

Harga Emas Dunia Ambruk! Harga Anjlok Lebih dari 5 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

SERAMBINEWS.COM – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada Kamis (19/3/2026), memperpanjang tren pelemahan hingga tujuh sesi berturut-turut.

 Penurunan ini dipicu oleh dampak konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi serta meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Mengutip kantor berita Reuters (19/3/2026), harga emas spot tercatat turun 5,5 persen menjadi 4.552,38 dolar AS per ons pada pukul 08.46 ET (1246 GMT).

Angka ini merupakan level terendah sejak awal Februari 2026.

 Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April juga merosot 7 persen ke posisi 4.554,70 dolar AS per ons.

Baca juga: H-2 Lebaran, Harga Emas di Abdya Anjlok, Segini Pasaran Per 19 Maret 2026

Analis menilai, tekanan terhadap emas terjadi karena perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral.

Kenaikan harga energi akibat konflik Iran mendorong inflasi, sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik justru kehilangan daya tariknya dalam kondisi suku bunga tinggi.

 Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti bunga, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen lain yang lebih menguntungkan.

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan bahwa selama setahun terakhir emas banyak diminati oleh investor institusional karena tren pelemahan mata uang.

Baca juga: Harga Emas Hari di Lhokseumawe Naik Rp 90 Ribu/Mayam, Segini Rincian Harga per 19 Maret 2026

 Namun, menurutnya, fondasi tren tersebut mulai melemah dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, masih ada ruang bagi harga emas untuk terus turun, meskipun tren pasar bullish jangka panjang belum sepenuhnya hilang.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar.

 Harga minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di atas 110 dolar AS per barel, setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved