Jumat, 24 April 2026

Prabowo Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, Ini Alasannya

Pemerintah memilih menunggu kejelasan kondisi keamanan sebelum melanjutkan rencana pengiriman pasukan.

Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com
BANGGAKAN MBG - Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam annual meeting World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Prabowo membanggakan capaian penyaluran MBG yang mencapai 59,8 juta porsi dan hanya membutuhkan waktu setahun. Tangkapan layar dari YouTube World Economic Forum 
Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan untuk menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina.
  • Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
  • Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin terlibat dalam operasi militer apa pun, termasuk upaya pelucutan senjata terhadap kelompok Hamas. 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan untuk menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina.

Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin terlibat dalam operasi militer apa pun, termasuk upaya pelucutan senjata terhadap kelompok Hamas. 

Ia menekankan bahwa peran Indonesia dalam misi perdamaian semata-mata untuk melindungi warga sipil, bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata.

Menurutnya, situasi di lapangan yang belum kondusif menjadi alasan utama penangguhan tersebut.

Pemerintah memilih menunggu kejelasan kondisi keamanan sebelum melanjutkan rencana pengiriman pasukan.

“Kita tidak ingin ikut dalam upaya pelucutan senjata. Kalau belum ada situasi damai, tentu sulit bagi kita untuk terlibat,” ujar Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina tetap berjalan.

Pengiriman logistik dan bahan pangan akan terus dilakukan sesuai rencana, meskipun pengerahan personel militer untuk sementara dihentikan.

Sebelumnya, Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 prajurit TNI sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Namun, rencana tersebut kini ditunda menyusul eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Pemerintah menilai bahwa kondisi keamanan saat ini belum memungkinkan untuk pelaksanaan misi perdamaian, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam mengambil langkah selanjutnya.

 

Baca juga: IRGC: Iran Masih Produksi Rudal, Siap Lanjutkan Serangan

Baca juga: Prabowo Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Aparat Dalang Teror Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

Sumber: Kompas.tv

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved