Minggu, 12 April 2026

Berita Internasional

Trump Picu Kontroversi, Ucap Senang atas Wafatnya Robert Mueller

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengaku “senang” atas wafatnya mantan

Istimewa
Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden Donald Trump 

Trump Picu Kontroversi, Ucap Senang atas Wafatnya Robert Mueller

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengaku “senang” atas wafatnya mantan Direktur FBI, Robert Mueller.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social, tak lama setelah kabar duka tersebut diumumkan.

Dikutip Serambinews melalui GB News (22/3/2026), keluarga Mueller mengonfirmasi bahwa ia meninggal dunia pada usia 81 tahun.

Namun, penyebab kematiannya tidak diungkapkan secara rinci.

Sebelumnya, Mueller diketahui mengidap penyakit Parkinson yang didiagnosis pada 2021 dan diumumkan ke publik pada Agustus tahun lalu.

Baca juga: AS Ultimatum Iran 48 Jam, Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Dalam unggahannya, Trump menulis, “Robert Mueller baru saja meninggal. Bagus, saya senang dia sudah mati. Dia tidak bisa lagi menyakiti orang-orang yang tidak bersalah.”

Pernyataan tersebut langsung menuai perhatian luas karena dinilai tidak biasa bagi seorang kepala negara.

Seperti diketahui, hubungan antara Trump dan Mueller memang telah lama tegang.

Setelah masa jabatannya sebagai Direktur FBI, Mueller ditunjuk sebagai penasihat khusus oleh Departemen Kehakiman untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Penyelidikan yang berlangsung selama 22 bulan, dari 2017 hingga 2019, bertujuan untuk mengungkap apakah tim kampanye Trump bekerja sama dengan Rusia.

Baca juga: Trump di Ujung Tanduk! Perang AS vs Iran Makin Memanas, Ancaman Serangan Besar Menghantui

Hasil investigasi menyatakan tidak ada bukti konspirasi langsung antara kampanye Trump dan Kremlin.

Namun, laporan tersebut mengonfirmasi bahwa Rusia memang berupaya memengaruhi hasil pemilu dan melihat Trump sebagai kandidat yang menguntungkan bagi mereka.

Selain itu, penyelidikan Mueller juga menyeret sejumlah tokoh penting di lingkaran Trump.

Beberapa di antaranya, seperti Paul Manafort, Rick Gates, Michael Flynn, dan Michael Cohen, dijatuhi hukuman setelah mengaku bersalah atas berbagai pelanggaran hukum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved