AS dan Israel Serang Iran
Iran Ubah Doktrin Militer: Dari Bertahan ke Menyerang
Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Abdollahi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran kini mengadopsi
Peringatan keras juga datang dari pihak Teluk. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa kesabaran negaranya tidak tanpa batas dan menyebut kawasan memiliki “kapasitas besar untuk membalas.”
Sejak konflik memanas, lebih dari 3.000 proyektil dilaporkan telah ditembakkan ke negara-negara Teluk, dengan lebih dari separuhnya mengarah ke Uni Emirat Arab.
Perubahan doktrin militer Iran ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik kawasan. Dengan serangan lintas negara dan ancaman terhadap infrastruktur energi global, dunia kini menghadapi risiko krisis yang jauh lebih luas.(*)
| Muncul Opsi AS Tawarkan Jeda Sementara Nuklir Iran Selama 20 Tahun, Teheran Menolak |
|
|---|
| Negara-negara Teluk Siapkan Skenario Terburuk jika Selat Hormuz Ditutup Lama |
|
|---|
| Israel Isyaratkan Mau Lanjutkan Perang dengan Iran |
|
|---|
| Trump: Iran Tak Bisa Lagi Jual Minyak, Blokade Laut Didukung Banyak Negara |
|
|---|
| Iran akan Melawan Blokade Laut AS di Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kerusakan-di-wilayah-Bnei-Brak-di-sebelah-timur-Tel-Aviv-setelah-dihantam-rudal-Iran.jpg)