Selasa, 14 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Ubah Doktrin Militer: Dari Bertahan ke Menyerang

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Abdollahi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran kini mengadopsi

Editor: Ansari Hasyim
khaberni/tangkap layar
RUDAL IRAN HANTAM TEL AVIV - Penampakan kerusakan di wilayah Bnei Brak di sebelah timur Tel Aviv, setelah dihantam rudal Iran, Selasa (3/3/2026). Selain melancarkan serangan langsung ke Israel, Iran juga menyasar lokasi-lokasi di negara Arab yang menampung aset-aset Amerika Serikat sebagai balasan atas serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei. 

Peringatan keras juga datang dari pihak Teluk. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa kesabaran negaranya tidak tanpa batas dan menyebut kawasan memiliki “kapasitas besar untuk membalas.”

Sejak konflik memanas, lebih dari 3.000 proyektil dilaporkan telah ditembakkan ke negara-negara Teluk, dengan lebih dari separuhnya mengarah ke Uni Emirat Arab.

Perubahan doktrin militer Iran ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik kawasan. Dengan serangan lintas negara dan ancaman terhadap infrastruktur energi global, dunia kini menghadapi risiko krisis yang jauh lebih luas.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved