Selasa, 21 April 2026

Berita Internasional

Siapa Ghalibaf? Sosok yang Disebut Terlibat ‘Pembicaraan Rahasia’ dengan AS

Isu mengenai kemungkinan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat di tengah memanasnya konflik kedua

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Istimewa
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah foto di media sosial Truth Social Truth (Dok./Truth Social) 

Siapa Ghalibaf? Sosok yang Disebut Terlibat ‘Pembicaraan Rahasia’ dengan AS

SERAMBINEWS.COM- Isu mengenai kemungkinan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat di tengah memanasnya konflik kedua negara.

Dikutip dari Al Jazeera (24/3/2026), klaim ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut adanya komunikasi “produktif” antara Washington dan Teheran.

Trump mengatakan bahwa pihaknya bahkan telah melakukan pembicaraan dengan seorang pejabat senior Iran.

Namun, ia tidak menyebutkan secara langsung siapa sosok tersebut.

Baca juga: Trump: Jika Kesepakatan Tercapai, AS akan Ambil Uranium Iran yang Diperkaya

Sejumlah laporan media di AS dan Israel kemudian menyebut bahwa utusan Trump, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, diduga berkomunikasi dengan Mohammad Bagher Ghalibaf.

Meski demikian, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran.
Ghalibaf sendiri menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Ia bahkan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu” yang bertujuan memengaruhi pasar keuangan dan energi global.

Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan hal serupa.

Mereka menegaskan bahwa tidak ada komunikasi, baik secara langsung maupun melalui perantara, antara kedua negara.

Baca juga: Iran Tetapkan 5 Syarat untuk Akhiri Perang dengan AS dan Israel

Dalam sistem pemerintahan Iran, setiap negosiasi dengan pihak asing, terutama Amerika Serikat, harus mendapatkan persetujuan dari pemimpin tertinggi.

Saat ini, posisi tersebut dipegang oleh Mojtaba Khamenei.

Selain itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga memiliki peran penting dalam menyetujui langkah diplomatik semacam itu.

Tanpa persetujuan lembaga tersebut, negosiasi tidak dianggap sah.

Sosok Ghalibaf sendiri merupakan tokoh penting dalam politik Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved