Senin, 27 April 2026

Berita Internasional

Posisi Iran Menguat? AS dan Sekutu Hadapi Tekanan Baru di Tengah Konflik

Posisi tawar Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel disebut mengalami perubahan sejak perang

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Image created by ChatGPT
Ilustrasi geopolitik: Presiden AS Donald Trump mendorong jalur diplomasi dengan Iran di tengah ketegangan kawasan, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersiaga terhadap potensi ancaman militer. 

Posisi Iran Menguat? AS dan Sekutu Hadapi Tekanan Baru di Tengah Konflik

SERAMBINEWS.COM- Posisi tawar Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel disebut mengalami perubahan sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026.

Dikutip dari Al Jazeera (25/3/2026), para analis menilai Teheran kini merasa lebih percaya diri dalam menentukan syarat untuk mengakhiri konflik.

Meski demikian, perbedaan kepentingan antara pihak-pihak yang terlibat membuat peluang tercapainya kesepakatan damai masih terlihat sulit.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa Washington sedang melakukan pembicaraan “produktif” dengan Iran.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pejabat Iran yang menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar.

Baca juga: Iran Klaim Targetkan Kapal Induk USS Abraham Lincoln dengan Rudal Jelajah

Iran menilai pernyataan tersebut hanya upaya untuk memengaruhi harga minyak global.

Di balik pernyataan publik yang saling bertentangan, jalur komunikasi tidak langsung sebenarnya mulai terbentuk.

Beberapa negara seperti Mesir, Turki, dan Pakistan dilaporkan berperan sebagai perantara dalam membangun komunikasi antara kedua pihak.

Meski ada peluang diplomasi, para ahli menilai kesepakatan masih jauh karena tuntutan masing-masing pihak sangat berbeda.

Iran kini menetapkan sejumlah “garis merah” baru dalam negosiasi.

Baca juga: Iran Sindir Trump “Negosiasi dengan Diri Sendiri”, Serangan ke Pangkalan AS Makin Memanas

Di antaranya adalah permintaan pencabutan sanksi, ganti rugi atas kerusakan akibat perang, serta jaminan bahwa negaranya tidak akan diserang kembali.

Selain itu, Iran juga ingin memiliki peran lebih besar dalam mengatur lalu lintas di Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dunia.

Kontrol terhadap jalur tersebut memberi Iran keuntungan strategis dan ekonomi yang signifikan.

Di sisi lain, Amerika Serikat tetap berfokus pada isu nuklir.

Washington menuntut Iran untuk menghentikan program nuklirnya dan menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya.

Baca juga: VIDEO - Rudal Monster Iran Hantam Kilang Gas Qatar, Iron Dome Canggih Gagal Bendung Serangan

Selain itu, AS juga ingin membatasi program rudal balistik Iran serta pengaruhnya di kawasan.

Namun, tingkat kepercayaan antara kedua pihak sangat rendah.

Iran meragukan komitmen AS, terutama setelah serangan militer dilakukan saat proses negosiasi sebelumnya masih berlangsung.

Situasi ini semakin rumit dengan perubahan di internal Iran.

Penunjukan Mohammad Bagher Zolghadr sebagai pejabat keamanan tertinggi menunjukkan bahwa peran militer, khususnya Korps Garda Revolusi, semakin dominan dalam pengambilan keputusan.

Baca juga: IRGC Serukan Aliansi Militer Dunia Islam, Iran Nyatakan Siap Memimpin

Hal ini mengindikasikan bahwa Iran lebih siap menghadapi konflik jangka panjang dibandingkan mencari kompromi cepat.

Di lapangan, ketegangan juga masih tinggi.

Iran menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki kemampuan militer dengan melancarkan serangan balasan ke berbagai target di kawasan.

Sementara itu, Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan pasukan tambahan.

Negara-negara Teluk pun menolak jika Iran memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.

Mereka menilai hal tersebut dapat mengancam stabilitas energi global.

Dengan kondisi ini, para analis menilai solusi diplomatik masih sangat terbatas.

Konflik berpotensi berlanjut karena kedua pihak sama-sama mempertahankan kepentingan strategisnya.

Baca juga: Jalankan Misi Perdamaian ke Iran, ‎PMI Banda Aceh Doakan Keselamatan Jusuf Kalla

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved