Rabu, 8 April 2026

Berita Internasional

Posisi Iran Menguat? AS dan Sekutu Hadapi Tekanan Baru di Tengah Konflik

Posisi tawar Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel disebut mengalami perubahan sejak perang

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Image created by ChatGPT
Ilustrasi geopolitik: Presiden AS Donald Trump mendorong jalur diplomasi dengan Iran di tengah ketegangan kawasan, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersiaga terhadap potensi ancaman militer. 

Posisi Iran Menguat? AS dan Sekutu Hadapi Tekanan Baru di Tengah Konflik

SERAMBINEWS.COM- Posisi tawar Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel disebut mengalami perubahan sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026.

Dikutip dari Al Jazeera (25/3/2026), para analis menilai Teheran kini merasa lebih percaya diri dalam menentukan syarat untuk mengakhiri konflik.

Meski demikian, perbedaan kepentingan antara pihak-pihak yang terlibat membuat peluang tercapainya kesepakatan damai masih terlihat sulit.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa Washington sedang melakukan pembicaraan “produktif” dengan Iran.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pejabat Iran yang menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar.

Baca juga: Iran Klaim Targetkan Kapal Induk USS Abraham Lincoln dengan Rudal Jelajah

Iran menilai pernyataan tersebut hanya upaya untuk memengaruhi harga minyak global.

Di balik pernyataan publik yang saling bertentangan, jalur komunikasi tidak langsung sebenarnya mulai terbentuk.

Beberapa negara seperti Mesir, Turki, dan Pakistan dilaporkan berperan sebagai perantara dalam membangun komunikasi antara kedua pihak.

Meski ada peluang diplomasi, para ahli menilai kesepakatan masih jauh karena tuntutan masing-masing pihak sangat berbeda.

Iran kini menetapkan sejumlah “garis merah” baru dalam negosiasi.

Baca juga: Iran Sindir Trump “Negosiasi dengan Diri Sendiri”, Serangan ke Pangkalan AS Makin Memanas

Di antaranya adalah permintaan pencabutan sanksi, ganti rugi atas kerusakan akibat perang, serta jaminan bahwa negaranya tidak akan diserang kembali.

Selain itu, Iran juga ingin memiliki peran lebih besar dalam mengatur lalu lintas di Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dunia.

Kontrol terhadap jalur tersebut memberi Iran keuntungan strategis dan ekonomi yang signifikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved