Jumat, 24 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Klaim Serang Lokasi Persembunyiaan Pasukan AS di Dubai

Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas besar IRGC Khatam al-Anbiya, mengatakan, pasukan Iran menargetkan dua lokasi tempat lebih dari 500 pasukan AS

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Foto yang tidak terverifikasi ini memperlihatkan beberapa tentara Amerika ditawan pihak Iran dan sempat viral di media sosial. 

SERAMBINEWS.COM - Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas besar IRGC Khatam al-Anbiya, mengatakan, pasukan Iran menargetkan dua lokasi tempat lebih dari 500 pasukan AS bersembunyi di Dubai dengan rudal dan drone, menimbulkan kerugian besar pada mereka.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, Sabtu ia menambahkan: “Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa tentara Amerika yang agresif telah melarikan diri dan bersembunyi di luar pangkalan mereka karena invasi besar-besaran angkatan bersenjata dan penghancuran pangkalan mereka di wilayah tersebut.”

Baca juga: Houthi Yaman Serang Israel dengan Rudal, Konflik Timur Tengah Kian Memanas?

Dia menambahkan, “Trump dan para pemimpin militer Amerika harus menyadari bahwa wilayah tersebut akan berubah menjadi kuburan bagi tentara Amerika dan mereka tidak akan punya pilihan selain menyerah.”

Pasukan Iran Siapkan Jebakan di Pulau Kharg yang Menjadi Target Invasi Darat Pasukan AS

Pasukan Iran Siapkan “Medan Jebakan” di Pulau Kharg, AS Dihadapkan Risiko Invasi Mematikan

Sementara itu laporan terbaru mengungkap bahwa Iran telah mengubah Pulau Kharg—pusat vital energi nasionalnya—menjadi benteng pertahanan sekaligus “medan jebakan” untuk menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat.

Mengutip laporan CNN, koresponden Pentagon Natasha Bertrand menyebut dalam beberapa pekan terakhir Iran secara signifikan meningkatkan kekuatan militernya di pulau strategis tersebut. Penambahan pasukan, penguatan sistem pertahanan udara, hingga pemasangan berbagai jebakan tempur disebut telah dilakukan berdasarkan laporan intelijen Amerika.

Pulau Kharg bukan sekadar wilayah biasa. Letaknya yang strategis dan perannya sebagai salah satu pusat produksi energi terpenting Iran menjadikannya target bernilai tinggi dalam konflik. Namun, kondisi di lapangan justru membuat potensi operasi militer AS dinilai sangat berisiko.

Sejumlah sekutu Amerika di kawasan Teluk bahkan telah memperingatkan bahwa invasi ke Pulau Kharg dapat menimbulkan korban besar di pihak AS. Mereka mendesak agar rencana tersebut dipertimbangkan ulang mengingat kompleksitas medan tempur yang telah disiapkan Iran.

Spekulasi di Washington juga semakin menguat. Beberapa anggota Partai Republik di Kongres, termasuk pimpinan komite militer DPR dan Senat, disebut memberi sinyal bahwa opsi invasi darat ke Iran tengah dipertimbangkan serius oleh Pentagon.

Namun, para analis militer menilai misi tersebut jauh dari mudah. Brigadir Jenderal purnawirawan Steve Anderson menegaskan bahwa operasi di Pulau Kharg akan menjadi salah satu misi paling menantang yang pernah dihadapi militer AS.

Selain harus menghadapi puluhan ribu penduduk di pulau tersebut, pasukan AS juga berpotensi berhadapan dengan ranjau, jebakan tersembunyi, serta serangan asimetris berupa drone dan rudal. Ditambah lagi, jarak Pulau Kharg yang hanya sekitar 15 mil dari daratan utama Iran memungkinkan dukungan artileri datang dengan cepat.

“Anda mungkin bisa merebut pulau itu, tetapi mempertahankannya akan menjadi tantangan terbesar,” ujar Anderson.

Di tengah meningkatnya ketegangan ini, Pulau Kharg kini menjadi titik panas baru yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan.

 Houthi Nyatakan Perang, Rudal Balistik Pertama Mengarah ke Israel

Sementara itu, konflik kian meluas setelah kelompok Houthi di Yaman secara terbuka menyatakan keterlibatannya dalam perang dengan meluncurkan serangan rudal balistik ke Israel.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengumumkan serangan tersebut melalui televisi Al-Masirah. Ia menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga tujuan mereka tercapai dan agresi terhadap “poros perlawanan” dihentikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved