Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Banyak Negara Terancam
Sepanjang sesi perdagangan, WTI bahkan sempat menembus level psikologis 100,04 dollar AS per barel sebelum akhirnya terkoreksi tipis.
Ringkasan Berita:
- Harga minyak dunia melonjak tajam dan ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat.
- Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global di tengah konflik di Timur Tengah.
- Berdasarkan data dari Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46 persen menjadi 99,64 dollar AS per barel.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Harga minyak dunia melonjak tajam dan ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat.
Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global di tengah konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan data dari Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46 persen menjadi 99,64 dollar AS per barel.
Sepanjang sesi perdagangan, WTI bahkan sempat menembus level psikologis 100,04 dollar AS per barel sebelum akhirnya terkoreksi tipis.
Secara bulanan, harga WTI melonjak 39,88 persen, sementara secara tahunan meningkat 43,66 persen.
Sementara itu, harga minyak acuan global Brent turut menguat 4,22 persen ke level 112,57 dollar AS per barel.
Secara bulanan, Brent naik 44,80 persen dan secara tahunan melonjak 54,71 persen.
Harga ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022.
Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi, terutama di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari menyebabkan lalu lintas energi di kawasan tersebut hampir terhenti.
Baca juga: Iran Izinkan 10 Kapal Melintas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
Mengutip laporan CNBC, upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memberikan tenggat waktu 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali jalur tersebut.
Meski Trump menyebut pembicaraan berjalan positif, belum ada tanggapan resmi dari Teheran.
Sebagai langkah sementara, Amerika Serikat dikabarkan akan menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga April 2027.
| VIDEO -Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Iran Ancam Balasan Keras |
|
|---|
| Netanyahu Berulang Kali Tekan Presiden AS untuk Serang Iran, hanya Trump yang Setuju |
|
|---|
| VIDEO - Negosiasi AS–Iran Gagal Total, JD Vance Tinggalkan Pakistan Usai 21 Jam Perundingan |
|
|---|
| Kapal Perang AS Terobos Selat Hormuz, Iran Ultimatum Serangan dalam 30 Menit |
|
|---|
| AS Tuduh China Kirim Senjata ke Iran di Tengah Gencatan Senjata, Trump Beri Peringatan Keras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-kilang-minyak.jpg)