Luar Negeri
Arab Saudi Diam-diam Serang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas
Salah satu sumber menyebutkan bahwa operasi itu merupakan serangan balasan setelah wilayah Arab Saudi sebelumnya diserang oleh Iran.
Ringkasan Berita:
- Arab Saudi dilaporkan meluncurkan serangkaian serangan udara rahasia ke wilayah Iran sebagai respons atas serangan yang sebelumnya menargetkan wilayah kerajaan tersebut di tengah memanasnya konflik regional di Timur Tengah.
- Menurut sumber pejabat Barat, serangan yang dilakukan Angkatan Udara Arab Saudi diperkirakan terjadi pada akhir Maret 2026.
- Salah satu sumber menyebutkan bahwa operasi itu merupakan serangan balasan setelah wilayah Arab Saudi sebelumnya diserang oleh Iran.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi dilaporkan meluncurkan serangkaian serangan udara rahasia ke wilayah Iran sebagai respons atas serangan yang sebelumnya menargetkan wilayah kerajaan tersebut di tengah memanasnya konflik regional di Timur Tengah.
Laporan itu pertama kali diungkap oleh kantor berita Reuters dengan mengutip dua pejabat Barat dan dua pejabat Iran yang mengetahui langsung persoalan tersebut.
Jika informasi ini terbukti benar, maka aksi tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Arab Saudi diketahui melakukan operasi militer langsung di wilayah Iran.
Langkah ini juga menunjukkan perubahan sikap Riyadh yang dinilai semakin berani menghadapi rival utamanya di kawasan.
Menurut sumber pejabat Barat, serangan yang dilakukan Angkatan Udara Arab Saudi diperkirakan terjadi pada akhir Maret 2026.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa operasi itu merupakan serangan balasan setelah wilayah Arab Saudi sebelumnya diserang oleh Iran.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai target spesifik yang disasar dalam operasi tersebut.
Baca juga: Iran Ancam Tembak Kapal Perang Inggris Jika Masuk Selat Hormuz
Konflik kawasan semakin meluas setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Sejak saat itu, ketegangan berkembang menjadi perang regional yang melibatkan sejumlah negara Timur Tengah.
Iran dilaporkan menyerang enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menggunakan rudal dan drone.
Target serangan disebut mencakup pangkalan militer Amerika Serikat, infrastruktur sipil, bandara, fasilitas minyak, hingga jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz.
Selain Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) juga disebut melakukan operasi militer terhadap Iran. Namun, pendekatan kedua negara berbeda.
UEA dinilai lebih agresif dan jarang melakukan diplomasi terbuka dengan Teheran.
Sementara itu, Arab Saudi tetap menjaga jalur komunikasi diplomatik guna mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.
| Israel Kewalahan Hadapi Drone Hizbullah, Hingga Pasang Ratusan Ribu Meter Jaring Pelindung |
|
|---|
| Inilah Kerbau Pirang Bernama “Donald Trump”, Siap Disembelih untuk Kurban Idul Adha |
|
|---|
| 428 Aktivis Global Sumud Flotilla Dibebaskan Israel, Turkiye Kirim Tiga Pesawat Carter |
|
|---|
| Kuba Siaga Perang, Warga Bersiap Hadapi Ancaman Invasi AS Usai Kedatangan Bos CIA |
|
|---|
| Delegasi AS Buang Semua Barang dari China, Usai Kunjungan Kenegaraan Trump |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bendera-Iran-dikibarkan-di-antara-reruntuhan-gedung-di-Teheran.jpg)